Pemkot Jaksel: hanya Rusun Pasar Rumput jadi tempat isolasi terpusat

id Isolasi Terpusat,Rusun Pasar Rumput,Isolasi Mandiri

Pemkot Jaksel: hanya Rusun Pasar Rumput jadi tempat isolasi terpusat

Seorang petugas tengah berbincang dengan salah satu pengunjung di depan RS Darurat COVID Rusun Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Selasa (3/8/2021). (ANTARA/Sihol Hasugian)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan JS Helmi mengatakan Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput yang hanya dijadikan tempat isolasi terpusat (isoter) seiring dengan penurunan jumlah kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta.

Baca juga: Presiden tinjau kesiapan Rusun Pasar Rumput jadi tempat isolasi

“Saat ini ke Rusun Pasar Rumput. LPMP dan graha wisata Ragunan sementara diistirahatkan. Bukannya sisa, tetapi yang digunakan” kata Helmi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Saat ini, Rumah Sakit Darurat tersebut merawat sebanyak 453 pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Koordinator Operasional 1 Isolasi terpadu Pasar Rumput Lettu kes dr Dicky Budi Nur Cahya mengatakan bahwa pasien tersebut mendapat fasilitas kesehatan yang memadai guna mempercepat pemulihan.

“Sekarang 453, jadi ada penurunan untuk yang kemarin ini aja yangg pasien masuknya itu 40, pasien pulangnya 53, jadi antara pasien yang pulang dan masuk itu, banyak pasien pulangnya,” ujar Dicky.

Lebih lanjut, Dicky menuturkan saat ini pihaknya lebih banyak melayani pasien yang sebelumnya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing guna mendapat perawatan yang lebih layak dan menghindari adanya kluster keluarga.

Baca juga: Pemerintah kebut persiapan Rusun Pasar Rumput jadi tempat isolasi

“Kalau yang bergejala sedang kita arahkan ke RS Wisma Atlet Kemayoran, jadi di sini untuk pasien-pasien. Jadi yang menjalani isolasi mandiri kita arahkan ke sini untuk memantau kondisi mereka secara benar, karena tadinya kan ada yang meninggal dunia karena tidak terpantau,” tutur Dicky.

Untuk perawatan di Rusun Pasar Rumput, kata dia, pasien akan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing setelah menjalani isolasi selama 10 hari dan tidak menunjukkan gejala COVID-19.

“Jadi kalau kita di sini tidak menyediakan tes PCR lagi, kalau dia sudah 10 hari isolasi di sini dan tidak bergejala lagi akan diizinkan pulang. Namun bila masih menunjukkan gejala maka akan dilanjutkan,” ujarnya.

Diketahuhi, DKI Jakarta memiliki 184 lokasi isolasi dengan total seluruhnya bisa menampung hingga 26.134 orang yang lokasinya ditetapkan melalui Keputusan Gubernur DKI Nomor 891 Tahun 2021 tentang Penetapan Lokasi Isolasi.

Baca juga: Kantor Wali Kota Jaksel jadi tempat isolasi pasien COVID-19


Pewarta : Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar