Pembangunan Bekasi dikebut usai lelang 257 kegiatan

id pemulihan ekonomi,dampak pandemi COVID-19,Kabupaten Bekasi,257 kegiatan infrastruktur,percepatan pembangunan,kegiatan selesai lelang

Pembangunan Bekasi dikebut usai lelang 257 kegiatan

Pembangunan Tugu Golok di Bundaran Komplek Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dikebut usai menyelesaikan tahap pertama lelang serempak untuk 257 titik kegiatan fisik tahun ini.

"Mulai pekan ini dinas-dinas teknis sudah bisa berkontrak. Dengan waktu kurang lebih empat bulan cukup untuk pembangunan konstruksi," kata Kabag pengadaan barang dan jasa Setda Kabupaten Bekasi Iman Nugraha di Cikarang, Rabu.

Ia mengatakan pemerintah daerah tetap melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur meski sejumlah pos anggaran tahun ini dialihkan untuk penanganan pandemi COVID-19 dengan total mencapai Rp185 miliar.

Iman menyebut 257 titik kegiatan pembangunan infrastruktur yang telah selesai dilelang itu berasal dari dua organisasi perangkat daerah yakni Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Dinas Binamarga dan Pengelolaan Sumber Daya Air.

Di Dinas Cipta Karya ada 77 kegiatan meliputi pembangunan unit sekolah baru serta rehabilitasi sarana pendidikan dan pusat kesehatan masyarakat. Kemudian 180 kegiatan di Dinas Binamarga meliputi pembangunan jalan, jembatan, sumur penampungan air, hingga saluran irigasi.

"Ratusan kegiatan tersebut total pagu anggarannya Rp400 miliar lebih. Pelaksanaan kegiatan langsung bisa dimulai setelah selesai masa singgah yang saat ini berlangsung," katanya.

Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi Beni Saputra mengatakan tetap melakukan pelaksanaan pembangunan meskipun sejumlah anggaran dialihkan hingga mencapai Rp84,5 miliar.

"Jadi ada skala prioritas yang tetap dilaksanakan untuk pembangunan. Setelah selesai masa sanggah akan dilanjutkan pemberkasan administrasi kontrak kerja untuk pelaksanaan kegiatan," ucapnya.

Beni mengaku sejumlah pos anggaran yang dialihkan untuk penanganan COVID-19 di antaranya pemeliharaan gedung bupati, rapat kerja dan sosialisasi, serta pembangunan sekolah yang dinilai belum menjadi prioritas saat ini.

Sementara Kepala Dinas Binamarga dan Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Bekasi Iwan Ridwan mengatakan sejumlah kegiatan pembangunan drainase atau irigasi hingga sebagian jalan dan jembatan dipangkas untuk kepentingan penanganan COVID-19.

"Dari Dinas saya Rp29,6 miliar yang direfocusing namun karena tahap awal sudah rampung dilelang jadi tetap kita laksanakan. Semoga di masa pandemi ini masyarakat tetap bisa merasakan program pembangunan dari Pemkab Bekasi," kata dia.(KR-PRA).

Pewarta : Pradita Kurniawan Syah
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar