Satuan Tugas: "Positivity rate" di 10 provinsi masih di atas 30 persen

id positivity rate covid,pemeriksaan covid,pengendalian covid

Satuan Tugas: "Positivity rate" di 10 provinsi masih di atas 30 persen

Arsip foto - Warga menjalani prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi penularan COVID-19 di kompleks Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (21/8/2021). ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF.

Jakarta (ANTARA) - Angka positivity rate--perbandingan jumlah hasil tes positif COVID-19 dengan jumlah pemeriksaan yang dilakukan-- masih 30 persen lebih di 10 wilayah provinsi, kata Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito.

Dalam konferensi pers via daring di Jakarta, Kamis, ia menyebutkan provinsi dengan positivity rate di atas 30 persen meliputi Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Lampung, dan Aceh.

"Bahkan Aceh positivity rate-nya mencapai 51,55 persen, menjadi yang tertinggi di Indonesia," katanya.

"Hanya DKI Jakarta yang sudah berada di bawah 15 persen, yaitu 11,7 persen," kata Wiku merujuk pada angka positivity rate.

Wiku meminta pemerintah daerah dengan peningkatan kasus COVID-19 dan angka positivity rate tinggi, utamanya Aceh, segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terutama Kementerian Kesehatan, untuk memastikan data yang terlapor sesuai dengan pencatatan di daerah.

Selain itu, ia mengatakan, pemerintah daerah harus menggiatkan pemeriksaan untuk mendeteksi penularan COVID-19 di wilayah masing-masing.

"Positivity rate yang tinggi dapat terjadi karena jumlah testing yang rendah, upayakan agar dapat mencapai standar WHO, yaitu satu banding 1.000 populasi per minggu," katanya.

Pemerintah daerah, ia melanjutkan, juga mesti menggiatkan penegakan protokol kesehatan serta melakukan pengaturan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat guna menekan risiko penularan COVID-19.

Wiku memberikan catatan bagi Provinsi Aceh, yang pekan ini mengalami penurunan angka kesembuhan pasien COVID-19 (1.291 kasus), peningkatan kasus kematian akibat COVID-19 (35 kasus), penambahan jumlah kasus aktif (1.067 kasus), dan peningkatan keterisian tempat tidur pasien di rumah sakit menjadi 59 persen.

"Sekali lagi saya ingatkan, penting untuk setiap pimpinan daerah membaca data, tidak hanya perkembangan secara umum, namun juga kondisi detail seperti positivity rate, selisih kasus mingguan, serta jumlah kasus aktifnya," katanya.

Baca juga:
Anies: Jakarta masuk zona aman jika kasus positif di bawah 5 persen
Ketua MPR minta Kemenkes memperbanyak layanan tes COVID-19 gratis

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar