Southgate mendapat penghinaan terkait program vaksinasi COVID-19

id gareth southgate, vaksin covid19,timnas inggris

Southgate mendapat penghinaan terkait program vaksinasi COVID-19

Manajer timnas Inggris Gareth Southgate saat mendampingi tim dalam sesi latihan untuk Euro 2020 di St. George's Park, Inggris, pada 24 Juni 2021. ANTARA/REUTERS/Carl Recine

Jakarta (ANTARA) - Manajer timnas Inggris Gareth Southgate mengaku telah mendapat penghinaan setelah ia bergabung dengan badan pemerintah Inggris yang tengah gencar mendorong masyarakat agar mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Manajer berusia 50 tahun itu merekam video yang mendukung program vaksinasi sebagai bagian dari kampanye yang mendesak agar generasi muda segera mendapatkan suntikan vaksin COVID-19. 

Menurut dia, vaksinasi merupakan suatu tanggung jawab yang harus dilakukan oleh generasi muda. 

"Dari semua hinaan yang saya terima selama musim panas, ada beberapa, itu (hinaan terkait vaksinasi COVID-19) mungkin yang paling banyak saya terima," ujar Southgate kepada salah satu media di Inggris, seperti dikutip dari laman resmi Reuters, Jumat.

"Satu-satunya jalan keluar dari pandemi ini adalah vaksinasi, tentu saja untuk orang-orang yang rentan. Saya mengerti banyak anak muda tidak begitu tertarik, mereka mempertanyakan banyak hal, dan saya tidak tahu apakah itu akurat atau tidak," tambahnya. 

Baca juga: Southgate jijik terhadap perilaku rasis kepada pemainnya 

Pada Kamis (26/8), Southgate, yang telah menunjuk 25 pemain untuk tampil dalam laga kualifikasi Piala Dunia bulan depan, mengaku sudah mengetahui akan mendapat respon berupa kemarahan karena mendukung program vaksinasi.

"Ketika Anda mencoba membuat perbedaan dan mengambil sikap yang tepat untuk sebuah keputusan dan hal-hal lain, maka Anda harus tahu, Anda tidak akan dapat menyenangkan semua orang," ujar Southgate.

"Belum tentu akurat untuk mengatakan bahwa sebagian kaum muda tidak akan memiliki gejala yang serius.

"Tapi saya tahu gejala itu sangat bervariasi di tim, dan itu dialami oleh masing-masing individu. Jika berusia di atas 18 tahun, maka mereka memiliki hak untuk membuat keputusan sendiri,” pungkasnya. 

Inggris dijadwalkan akan memainkan laga kualifikasi Piala Dunia melawan Hungaria, Andorra dan Polandia pada 2-8 September 2021. Saat ini, Inggris memimpin Grup I dengan raihan sembilan poin dari tiga pertandingan. 

Baca juga: Gareth Southgate ingin terus latih Inggris untuk Piala Dunia 2022
 

Pewarta : Gheovano Alfiqi/Fitri Supratiwi
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar