KemenPUPR siapkan upaya mitigasi sikapi bencana hidrometeorologi basah

id Kementerian pupr, mitigasi bencana, bencana hidrometeorologi

KemenPUPR siapkan upaya mitigasi sikapi bencana hidrometeorologi basah

Aktivitas pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/7/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan upaya mitigasi untuk menyikapi potensi bencana hidrometeorologi basah, yang diperkirakan dimulai pada September 2021.

Perwakilan dari Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Edwin Alexander menyampaikan pihaknya telah melakukan upaya mitigasi struktural dan nonstruktural.

Baca juga: KementerianPUPR tuntaskan 444 Rusus warga terdampak Bendungan Kuningan

"Pada mitigasi struktural, Kementerian PUPR telah melakukan pembangunan bendungan, seperti bendungan Cimahi, Sukamahi, dan Jatibarang. Bendungan itu ada yang multifungsi dan fungsi tunggal," ujar Edwin dalam rapat koordinasi Tim Intelijen Penanggulangan Bencana: Antisipasi Bencana Hidrometeorologi secara daring dipantau dari Jakarta, Kamis.

Selain itu, Edwin mengatakan mitigasi struktural juga menyasar pembangunan atau perbaikan tanggul, kolam regulasi, remedial bendungan serta operasi dan pemeliharaan prasarana.

Baca juga: Ade Yasin berharap dua bendungan di Bogor rampung Juli 2021

Ia menambahkan terkait dengan nonstruktural, khususnya pada upaya pencegahan yang dilakukan dengan penyuluhan, penanaman pohon dan penataan kawasan bendungan.

Pada kesempatan itu, akademisi Perdinan menanggapi dalam menyikapi potensi bencana dibutuhkan modalitas dan kesiapan. Modalitas ini bisa mencakup pesan yang dapat direspons sehingga tumbuh aksi kesiapsiagaan, khususnya warga yang berpotensi terpapar bahaya, dapat mengantisipasi, mencegah atau meminimalkan dampak bencana.

Baca juga: Luhut minta penanganan banjir Jakarta dilakukan terintegrasi

“Pilihan aksi yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan pemanfaatan teknologi, seperti satelit, model, portal, dalam memastikan kebutuhan aksi sesuai terjemahan informasi prediksi,” ujar Perdinan.

Perdinan menekankan pada pemberdayaan masyarakat dan kapasitas daerah sangat vital dalam akselerasi aksi berdasarkan informasi prediksi dan diseminasinya serta rekomendasinya sesuai ancaman yang dihadapi pada musim hujan tahun ini.

 

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar