Empat nelayan Aceh dari Thailand dikarantina di Wisma Atlet

id Aceh,nelayan,Thailand,Panglima Laot,KBRI,COVID-19,wisma atlet,Pemerintah Aceh

Empat nelayan Aceh dari Thailand dikarantina di Wisma Atlet

Empat nelayan asal Aceh yang dipulangkan dari Thailand saat disambut oleh Pemerintah Aceh di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (9/9/2021) (FOTO ANTARA/HO-Humas BPPA.

Banda Aceh (ANTARA) - Empat nelayan yang masih berusia belasan tahun asal Aceh yang baru dipulangkan dari Thailand menjalani karantina COVID-19 di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta sebelum nantinya diantarkan kembali ke Aceh.

"Mereka terlebih dulu dikarantina untuk beberapa hari ke depan guna pemeriksaan kesehatan, karena masih dalam masa pandemi COVID-19," kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Jumat.

Almuniza mengatakan, sama seperti nelayan Aceh sebelumnya, setiap yang dipulangkan dari luar negeri harus menjalani pemeriksaan atau melakukan test swab (tes usap).

"Apabila hasilnya nanti negatif, maka baru diperbolehkan pulang ke Aceh. Namun, jika diantara mereka ada yang positif, secara otomatis langsung diisolasi," katanya.

Adapun empat nelayan dimaksud adalah M Hidayatullah (17), Muliadi (18), Muslim Maulana (18) dan Jamian (17).

Selama di Jakarta, kata dia, para nelayan tersebut berada dalam pantauan tim BPPA. Sehingga, apabila mereka membutuhkan sesuatu akan mudah dibantu.

"Hal ini sesuai dengan yang diamanahkan Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Jadi kalau mereka perlu bantuan sesuatu bisa langsung menghubungi kita (BPPA)," katanya.

Ia mengatakan Pemerintah Aceh berterima kasih kepada Konsulat Republik Indonesia (KRI) Songkhla, Kementerian Luar Negeri RI, Direktorat perlindungan WNI dan BHI, serta unsur lainnya yang telah membantu mengurusi pemulangan para nelayan Aceh itu.

Empat nelayan tersebut merupakan bagian dari 32 WNI nelayan Aceh yang ditangkap aparat keamanan Thailand di perairan antara Pulau Yai dan Pulau Phuket, di lepas pantai Phang Ngah, pada 9 April 2021 lalu.

Para nelayan tersebut adalah anak buah kapal (ABK) KM Rizki Laot berukuran 60 gross tonnage (GT) yang berasal dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur. Mereka ditangkap karena telah memasuki batas wilayah teritorial laut Thailand.

Nelayan kapal KM Rizki Laot yang ditangkap dan menjalani proses hukum itu sebenarnya ada 32 orang. Namun, karena empat diantaranya anak di bawah umur sehingga dibebaskan dan dideportasi ke Indonesia.

Sedangkan 28 nelayan dewasa lainnya dinyatakan bersalah pada persidangan virtual 4 Agustus 2021, hakim memutuskan bahwa mereka telah melanggar UU Perikanan Komersial, Ketenagakerjaan dan Imigrasi. Sehingga harus menjalani proses hukum negara tersebut.

Baca juga: Empat nelayan di bawah umur asal Aceh Timur dipulangkan dari Thailand

Baca juga: Karantina selesai, nelayan Sabang dari Thailand dipulangkan ke Aceh

Baca juga: Nelayan Aceh dipulangkan dari Thailand jalani karantina di Wisma Atlet

Baca juga: 32 nelayan Aceh masih ditahan otoritas Thailand

Pewarta : Rahmat Fajri
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar