Gubernur Bali: Jangan euforia berlebihan sikapi kasus COVID-19 turun

id gubernur bali,covid bali turun

Gubernur Bali: Jangan euforia berlebihan sikapi kasus COVID-19 turun

Gubernur Bali Wayan Koster dalam suatu kesempatan belum lama ini di Denpasar. ANTARA/HO-Pemprov Bali.

Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat agar tidak menyikapi dengan euforia berlebihan terkait penurunan kasus baru COVID-19 di daerah setempat dan penurunan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi level 3.

"Kita harus tetap waspada mengingat perkembangan COVID-19 ini masih sangat berbahaya dengan adanya varian baru Mu yang telah ditemukan di beberapa negara," kata Koster di Denpasar, Rabu.

Sejak 30 Agustus 2021, penambahan kasus baru COVID-19 di Bali sudah mulai menurun, yakni penambahan kasus harian sudah di bawah 250 kasus per hari, tingkat kesembuhan mencapai angka 93 persen, dan kasus aktif terus menurun sampai mencapai angka di bawah 3.000 orang (2,5 persen).

Untuk Rabu (15/9) ini saja, tercatat penambahan kasus baru sebanyak 182 orang, yang sembuh 801 orang dan yang meninggal karena COVID-19 sebanyak 17 orang.

"Namun kita tetap harus waspada karena tingkat kematian masih tinggi di atas 10 orang per hari," ujar mantan anggota DPR tiga periode itu.

Baca juga: Ahli epidemilogi minta masyarakat tetap waspada meski COVID-19 menurun
Baca juga: Objek wisata Uluwatu-Bali mulai uji coba buka untuk wisatawan


Selain itu, Koster mengingatkan, meski warga sudah mengikuti vaksinasi tidak sepenuhnya menjamin terbebas dari penularan COVID-19. Hal itu karena data menunjukkan warga yang sudah mengikuti vaksinasi, sebanyak 40 persen masih tertular COVID-19 dan 92 persen yang meninggal belum divaksinasi.

"Namun dengan telah divaksinasi, warga yang tertular COVID-19 risikonya lebih rendah yaitu lebih cepat sembuh, terhindar dari gejala berat yang berisiko kematian," ucapnya.

Di samping itu, ujar Koster, warga yang terkena COVID-19 tanpa gejala/gejala ringan yang mengikuti isolasi terpusat lebih cepat sembuh dan tidak menularkan kepada anggota keluarga yang lain, daripada mengikuti isolasi mandiri.

Baca juga: Luhut ungkap tiga kunci hidup berdampingan dengan COVID-19
Baca juga: PPKM Jawa-Bali berlanjut hingga 20 September, Bali turun level


Gubernur Bali kembali mengimbau, mengingatkan dan mengajak seluruh masyarakat agar tetap mentaati dan melaksanakan protokol kesehatan serta menerapkan pola hidup sehat bebas COVID-19 dengan 6 M yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan.

"Tetap memperketat aktivitas masyarakat, upacara adat, ngaben, pernikahan, dan kerumunan sesuai Surat Edaran Parisada dan MDA Bali," katanya.

Selanjutnya wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pegawai/karyawan dan pengunjung pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan terkait. Pengunjung yang diizinkan masuk ke pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan adalah pengunjung yang telah memperoleh vaksinasi COVID-19 suntik kedua.

Kelompok masyarakat risiko tinggi (wanita hamil, penduduk usia di bawah 12 tahun dan di atas 70 tahun) tidak diizinkan memasuki pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan.

Baca juga: DTW Tanah Lot-Bali catat kunjungan wisatawan domestik meningkat
Baca juga: KPPPA salurkan bantuan bagi anak yatim piatu korban COVID-19 di Bali
Baca juga: Sosiolog prediksi fenomena "revenge travel" terjadi setelah mal buka

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar