Kemarin, DPR terima nama calon hakim agung hingga siaga di Laut Natuna

id CALON HAKIM AGUNG,DPR,LAUT NATUNA,PRESIDEN JOKOWI,TNI,MPR

Kemarin, DPR terima nama calon hakim agung hingga siaga di Laut Natuna

Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen Indonesia yang telah berjuang pada perhelatan Paralimpiade Tokyo 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (17/9/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Lukas/am.

Jakarta (ANTARA) - Selama Jumat (17/9), berbagai peristiwa politik telah diberitakan Kantor Berita Antara mulai DPR RI menerima 11 nama calon hakim agung hingga penjagaan di perairan Laut Natuna Utara.

Berikut rangkuman berita politik kemarin yang layak disimak pagi ini.

1. DPR RI terima 11 nama calon hakim agung

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan lembaganya telah menerima sebanyak 11 nama calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial (KY) yang selanjutnya akan dilakukan uji kelayakan dan pemilihan di DPR dengan transparan.

Selengkapnya di sini

2. Panglima Koarmada I TNI AL pastikan KRI siaga di Laut Natuna

Panglima Komando Armada I TNI AL, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, memastikan kapal-kapal perang Indonesia (KRI) selalu bersiaga di perairan Laut Natuna Utara.

Selengkapnya di sini

3. Presiden bertukar kenang-kenangan dengan Leani Ratri Oktila

Presiden RI Joko Widodo bertukar kenang-kenangan dengan salah seorang atlet nasional peraih medali dalam Paralimpiade Tokyo 2020, Leani Ratri Oktila.

Selengkapnya di sini

4. MPR: Tak perlu ada kekhawatiran berlebih terkait amandemen UUD

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan terkait rencana amendemen terbatas UUD NRI 1945 yang bertujuan menghadirkan kembali Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Selengkapnya di sini

5. Mahfud MD ingatkan pengelolaan wilayah perbatasan prioritas nasional

Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Mahfud MD mengingatkan bahwa pengelolaan wilayah perbatasan merupakan prioritas nasional, sehingga negara harus hadir dalam membangun Indonesia dari pinggiran.

Selengkapnya di sini

Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar