46 perusahaan di destinasi prioritas ikuti Program Pemagangan Kemnaker

id pemagangan

46 perusahaan di destinasi prioritas ikuti Program Pemagangan Kemnaker

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas), Kementerian Ketenagakerjaan Budi Hartawan. ANTARA/HO-Humas Kemnaker (1)

Minahasa Utara (ANTARA) - Sebanyak 46 perusahaan di lima destinasi wisata super prioritas di Indonesia mengikuti Program Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker).

"Program pemagangan yang dilaksanakan di lima destinasi wisata super prioritas ini merupakan hasil kerja sama antara Kemnaker, Dinas Tenaga Kerja, pelaku usaha dan industri," sebut Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Budi Hartawan di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara,  Sulut, Jumat.

Kemnaker melaksanakan 'kick off' pemagangan lima destinasi wisata super prioritas secara serempak di Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulawesi Utara) secara virtual.

Baca juga: Kemenaker masifikasi SDM terampil destinasi wisata super prioritas

'Kick off' ini juga dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di Likupang, Sulawesi Utara, sebagai pusat pelaksanaan acaranya.

Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi dalam program pemagangan tersebut antara lain Novotel Lombok, Jivana Resort, Hotel Peninsula, Hotel Whiz Prime, Amanjiwo Hotel, Hotel Mesa Stilla Spa And Resort Magelang, Hotel Tiara Bunga & Ompu Herti Balige, Hotel Sapa Dia, dan Hotel Patra Comfort Parapat.

"Kegiatan 'kick off' program pemagangan dalam negeri pada lima destinasi wisata super prioritas ini diikuti sebanyak 470 peserta dengan berbagai jabatan," katanya.

Baca juga: Gubernur berharap perusahaan di Jambi tingkatkan pemagangan

Dirjen menambahkan pandemi COVID-19 telah memaksa pemerintah untuk melaksanakan berbagai langkah extraordinary dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Alhamdulillah, berbagai upaya penanganan dampak COVID-19 yang telah dilakukan menuai hasil positif di berbagai aspek termasuk aspek ketenagakerjaan," ujarnya.

Kemnaker optimistis pada tahun 2021 ini upaya yang telah dilakukan bersama mampu memulihkan ekonomi nasional guna mendapatkan pertumbuhan ekonomi positif di tahun 2021.

Baca juga: Apindo: Program pemagangan Kemnaker bakal pulihkan ekonomi

Dirjen menjelaskan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komposisi angkatan kerja pada Februari 2021 terdiri dari 131,06 juta orang yang bekerja dan 8,75 juta orang pengangguran.

Apabila dibandingkan dengan data Agustus 2020 (kondisi pandemi COVID-19), jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 1,59 juta orang.

Sementara, penduduk yang bekerja naik sebanyak 2,61 juta orang dan pengangguran turun sebanyak 1,02 juta orang.

"Dari data BPS ini juga menjelaskan bahwa berbagai langkah mitigasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka penanganan COVID-19 serta upaya pemulihan ekonomi nasional mulai mendapatkan hasil yang positif," ujarnya.

Baca juga: Menaker apresiasi para Wanita Inspiratif 2021 versi Fatayat NU Kalsel

Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar