Tim dayung Jawa Barat berjaya saat borong enam emas rowing

id Dayung,Pon papua,Pon xx papua

Tim dayung Jawa Barat berjaya saat borong enam emas rowing

Sejumlah ofisial kontingen menyaksikan lomba dayung nomor rowing PON Papua melalui Videotron di teluk Youtefa, Kota Jayapura, Jumat (8/10/2021). ANTARA/Asep Firmansyah/am.

Jayapura (ANTARA) - Kontingen Jawa Barat memborong enam medali emas cabang olahraga dayung nomor rowing Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang berlangsung di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Jumat.

Perlombaan final hari kedua nomor rowing ini memperebutkan delapan medali, setelah sehari sebelumnya menyelesaikan tujuh nomor final.

Tambahan enam emas rowing ini membuat Jawa Barat hampir pasti meraih juara umum di cabang olahraga dayung. Jabar kini telah mengoleksi 14 emas, 7 perak, dan 6 perunggu, meninggalkan Sulawesi Tenggara dengan 5 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Enam emas yang disabet Jabar masing-masing melalui nomor lightweight men's single sculls (LM1X), pairs (M2-), lightweight women's double sculls (LW2X), men's quadruple sculls (M4X), women's double sculls (W2X), dan men's eight (M8+)

Sementara dua nomor lain yang diperlombakan pada Jumat, Sulawesi Tenggara mengamankan satu emas pada nomor women's four (W4-) dan Maluku pada nomor men's single sculls (M1X).

Pelatih Rowing Jawa Barat Sjafril mengatakan pundi-pundi emas yang disumbangkan lewat rowing merupakan buah dari pembinaan secara berkelanjutan. Bahkan, saat pandemi, tim rowing Jabar tetap melakukan pemusatan latihan di Karawang.

Selain untuk meningkatkan performa atlet, pemusatan latihan ini juga untuk melindungi para atlet agar tidak terpapar COVID-19. Berbeda apabila mereka pulang ke rumah masing-masing, risiko penularan tergolong tinggi.

"Kita berusaha tetap latihan di Kamp Cipule, saat itu pandemi lagi tinggi-tingginya. Jadi, kami meminta anak-anak untuk tidak pulang dulu," kata dia.

Ia berharap hasil yang dipersembahkan dayung dapat membuat Jawa Barat mempertahankan juara umum PON seperti saat jadi tuan rumah pada 2016 dulu.

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar