Pemkot Jaksel selenggarakan pelatihan keterampilan tekan pengangguran

id Pengangguran,Pemkot Jaksel,Pelatihan

Pemkot Jaksel selenggarakan pelatihan keterampilan tekan pengangguran

Tangkapan layar - Program bazar daring Jumat Beli Lokal yang diadakan setiap Jumat per pekan untuk membantu pemasaran UMKM di Jakarta, Jumat (17/9/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna/am.

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menyelenggarakan berbagai pelatihan keterampilan kepada masyarakat guna menekan angka pengangguran di wilayahnya.

Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Selatan, Sudrajad mengatakan pelatihan tersebut diantaranya cara membuat kue, kerajinan tangan, dan pelatihan lainnya yang ditujukan agar peserta mendapat bekal guna menciptakan usaha sendiri.

“Jadi kalau di Jakarta Selatan kita melakukan pelatihan-pelatihan secara daring yang bekerja sama dengan perguruan tinggi. Kita ajak mereka bergabung sebagai Jakprenuer, misalnya apa pelatihannya, ya membuat kerajinan tangan, dan lainnya. Itu rutin kita lakukan setiap bulan,” kata Sudrajat saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Baca juga: Jaktour diharapkan berpartisipasi atasi pengangguran di Jakarta

Adapun hingga bulan September 2021 ini, Sudrajad menyebutkan jumlah pengangguran terbuka di Jakarta Selatan mencapai 122.390 orang dari jumlah penduduk usia kerja sebanyak 1.777.204.

Menurut dia, jumlah pengangguran terbuka tersebut tak lepas dari pandemi COVID-19 yang melanda tanah air sejak awal 2020.

“Tingkat kenaikan pengangguran 7,7 persen dibanding sebelumnya. Itu akibat dari pandemi soalnya kan kita dari angka pencatatan perselisihan pun meningkat ya. Itu yang terdata di kita artinya bisa saja yang terjadi pemutusan hubungan kerja, mereka sudah sepakat saling bisa menerima jadi tidak sampai ke kita,” ungkapnya.

Baca juga: Jumlah pengangguran di Jakbar meningkat 40.000 selama pandemi

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa selain melakukan pelatihan, pihaknya juga melakukan sosialisasi terhadap perusahaan-perusahaan untuk menyiasati dan menghindari pemutusan hubungan kerja kepada karyawan.

Baca juga: Krisis kesehatan sebabkan pengangguran di Jakarta tertinggi

“Misalnya dengan pengurangan jam kerja, pembagian gaji terus pengurangan mungkin untuk tunjangan-tunjangan yang sifatnya tidak tetap itu atas dasar muswarah mufakat kepada pekerja atau karyawan,” kata dia.

Sudrajat pun mengharapkan bahwa langkah-langkah itu dapat membantu pengurangan jumlah pengangguran kerja di Jakarta Selatan.


Pewarta : Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar