Realisasi TKDN sektor ketenagalistrikan capai 47,31 persen

id PLN,TKDN ketenagalistrikan,penggunaan produk dalam negeri,e-TKDN

Realisasi TKDN sektor ketenagalistrikan capai 47,31 persen

Ilustrasi - Pekerja memeriksa instalasi kelistrikan. ANTARA/HO-PLN.

Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) mencatat realisasi penggunaan produk dalam negeri atau TKDN sektor ketenagalistrikan hingga kuartal III 2021 mencapai 47,31 persen atau setara Rp35,32 triliun dari total realisasi sebesar Rp74,65 triliun.

Executive Vice President Komunikasi Korporat PLN Agung Murdifi mengatakan pihaknya terus berkomitmen meningkatkan realisasi TKDN untuk meningkatkan pertumbuhan industri lokal, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami terus meningkatkan pemakaian produk dalam negeri di berbagai proyek kelistrikan demi memacu pertumbuhan industri dan perekonomian nasional," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Agung merincikan realisasi pencapaian TKDN paling banyak diserap untuk pembangunan transmisi.

Nilai TKDN pada sektor ini mencapai 74,2 persen. Adapun realisasi TKDN yang digelontorkan PLN sebesar Rp13,72 triliun. Sedangkan untuk pembangunan distribusi nilai TKDN mencapai 66,4 persen dengan realisasi sebesar Rp4,52 triliun.

Nilai TKDN gardu induk mencapai 50,2 persen dan pembangkit mencapai 29,4 persen dengan rincian realisasi TKDN untuk pembangunan gardu induk sebesar Rp6,19 triliun dan pembangkit sebesar Rp10,89 triliun.

Saat ini, lanjut Agung, seluruh pekerjaan dan material distribusi telah dilaksanakan oleh perusahaan dalam negeri. Bahkan pekerjaan transmisi dan gardu induk juga sudah sepenuhnya dilaksanakan oleh perusahaan dalam negeri.

"Sementara dalam pekerjaan infrastruktur pembangkit, tantangan masih cukup besar dan baru sebagian pekerjaan yang dapat dilaksanakan oleh perusahaan dalam negeri," ujar Agung.

PLN menargetkan bisa mencapai nilai TKDN hingga 60 persen pada 2025 mendatang. Perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mencapai target tersebut.

Pertama, sinergi baik antara sesama BUMN dan pemerintah serta melakukan kolaborasi dengan industri lokal. Perencanaan yang matang dan melibatkan semua pihak juga menjadi kunci sukses dalam mencapai target TKDN.

"Kami melibatkan seluruh stakeholder dalam bersinergi meningkatkan TKDN mulai dari sesama BUMN, surveyor, industri manufaktur, perbankan, asosiasi dan swasta nasional serta BPPT," terang Agung.

Langkah transformasi digital yang dilakukan PLN juga diterapkan pada e-procurement. Perseroan sedang menyiapkan digital dashboard yang memuat TKDN elektronik.

Platform digital itu bertujuan untuk memudahkan pengelolaan pengadaan dan mendorong industri lokal agar berpartisipasi memenuhi kebutuhan PLN dan bekerja sama untuk mencapai pasokan listrik yang andal.

Sebagai BUMN yang bertugas untuk mendorong perekonomian nasional, PLN terus berkomitmen untuk menggunakan produk-produk dalam negeri dan juga melibatkan industri domestik dalam setiap proses bisnis yang dijalankan.

Saat ini, PLN tengah bekerja sama dengan BPPT untuk memetakan kemampuan dan kapabilitas industri nasional untuk menetapkan peta jalan peningkatan TKDN dalam industri ketenagalistrikan nasional.

Baca juga: Pemerintah dorong produk ketenagalistrikan bersertifikat TKDN
Baca juga: Pabrik alat listrik tegangan tinggi siap optimalkan TKDN
Baca juga: PLN operasikan gardu induk terbesar di timur Indonesia

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar