Saham Korsel menguat, kekhawatiran pertumbuhan Asia batasi kenaikan

id saham Korsel,indeks KOSPI,bursa efek korea

Saham Korsel menguat, kekhawatiran pertumbuhan Asia batasi kenaikan

Arsip Foto - Dealer mata uang bekerja di depan papan elektronik yang memperlihatkan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) dan nilai tukar antara dolar AS dan won Korea Selatan, di ruang transaksi sebuah bank di Seoul, Korea Selatan, Kamis (12/3/2020). ANTARA/REUTERS/Kim Hong-Ji/am.

Seoul (ANTARA) - Saham-saham Korea Selatan (Korsel) naik pada perdagangan Rabu pagi, mengikuti reli semalam di Wall Street yang dipimpin oleh sektor teknologi di tengah optimisme laba kuartalan perusahaan yang kuat, namun kekhawatiran pertumbuhan di seluruh wilayah Asia membatasi kenaikannya.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 4,20 poin atau 0,14 persen menjadi diperdagangkan di 3.033,24 poin pada pukul 01.29 GMT, menandai kenaikan kelima dalam enam sesi. Indeks acuan berakhir 0,74 persen lebih tinggi sehari sebelumnya.

Di antara saham-saham kelas berat, raksasa chip Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing menguat 0,14 persen dan 0,82 persen, sementara pembuat baterai LG Chem dan perusahaan platform Naver masing-masing menambahkan 2,65 persen dan 1,35 persen.

Pasar domestik mengikuti kenaikan indeks-indeks saham AS semalam, dengan S&P reli untuk hari kelima, didorong oleh sektor teknologi dan kesehatan karena investor tampaknya bertaruh pada laporan laba kuartalan yang solid.

Baca juga: Pasar saham Asia menguat, didorong optimisme laba kuartalan perusahaan

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (19/10/2021) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini untuk Asia dan memperingatkan bahwa gelombang baru infeksi COVID-19, gangguan rantai pasokan, dan tekanan inflasi menimbulkan risiko penurunan pada prospek.

"Sementara perusahaan-perusahaan AS terus melaporkan laba mereka, KOSPI terlihat mengambil sikap menunggu dan melihat menjelang musim laporan keuangan (Korea Selatan) ... Kekhawatiran tentang utang properti China dan masalah kekurangan energi juga terlihat mereda," kata Analis Kiwoom Securities, Han Ji-young.

Investor asing adalah pembeli bersih saham senilai 23,5 miliar won (19,97 juta dolar AS) di papan utama.

Won dikutip pada 1.178,1 per dolar di platform penyelesaian dalam negeri, hanya 0,05 persen lebih tinggi dari penutupan sebelumnya.

Dalam perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.176,8 per dolar, turun 0,1 persen dari hari sebelumnya, sementara dalam perdagangan non-deliverable forward kontrak satu bulannya dikutip pada 1.177,2.

Baca juga: Saham Jepang menguat, terkerek kenaikan di Wall Street

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar