Siswa positif, PTM terbatas di SMPN 10 Depok dihentikan sementara

id positif covid-19,disdik depok,smpn 10 sawangan

Siswa positif, PTM terbatas di SMPN 10 Depok dihentikan sementara

Sejumlah siswa berbaris saat memasuki ruang kelas untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SMPN 1 Depok, Depok, Jawa Barat, Senin (4/10/2021). Pemerintah Kota Depok kembali memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas kepada seluruh sekolah dimulai hari ini dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembelajaran hanya dilakukan seminggu dua kali selama 2 jam. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

Depok (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Jawa Barat menghentikan sementara pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di SMPN 10 setelah ditemukan satu siswa positif COVID-19.

"Kami telah menginstruksikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di SMPN 10 dihentikan sementara, dengan batas waktu maksimal seminggu," kata Kepala Disdik Kota Depok, Wijayanto dalam keterangan di Depok, Rabu.

Ia menjelaskan dalam kurun waktu tersebut, kegiatan belajar mengajar dialihkan menjadi Belajar Dari Rumah (BDR) atau dalam jaringan (daring) sampai dengan tanggal 25 Oktober 2021.

Pihaknya bergerak cepat melakukan penanganan temuan satu siswa positif COVID-19 di SMPN 10, Kecamatan Sawangan.

Penanganan kasus tersebut merujuk pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Depok Nomor 66 Tahun 2021 tentang pedoman penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di masa pandemi COVID-19.

"Kami juga telah melakukan tes antigen atau swab PCR bagi siswa satu kelas dan juga guru yang berinteraksi dengan siswa tersebut di kelas dan semua guru, berjumlah sekitar 92 orang. Alhamdulilah, semua hasilnya negatif," katanya.

Ia mengatakan semua ini berkat koordinasi dan komunikasi yang baik antara Disdik, Satgas COVID-19 , SMPN 10, pihak Kecamatan dan juga Puskesmas Sawangan.

Selain itu, kata Wijayanto, dilakukan sterilisasi lingkungan sekolah dan kelas dengan desinfektan. Termasuk melakukan koordinasi dengan Satgas COVID-19 dan juga Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) untuk memberikan pendampingan terkait penanganan yang diberikan bagi siswa bersangkutan yg saat ini menjalankan isolasi mandiri.

Ia menambahkan penangan kasus COVID-19 di sekolah ini harus berhati-hati, sebab hal ini penting untuk memastikan tentang pnyebab, dampak dan ketepatan solusi yang akan dilakukan.

Selain itu dengan semakin banyaknya mobilitas warga dan juga mulai maraknya kegiatan masyarakat maka pihak sekolah dan masyarakat harus tetap optimal untuk melaksanakan protokol kesehatan yang baik agar hal serupa bisa diantisipasi sejak dini dan tidak terulang lagi.

"Tapi saya sudah sampaikan kepada teman-teman di sekolah untuk tetap tenang dan tidak panik," demikian Wijayanto.

Baca juga: Pembelajaran tatap muka terbatas mulai dilaksanakan di Depok

Baca juga: Depok laksanakan pembelajaran jarak jauh pada tahun ajaran 2021/2022

Baca juga: Gebyar vaksinasi digelar di 11 kecamatan Kota Depok

Baca juga: Depok akan batasi pembelajaran tatap muka maksimal empat jam

Pewarta : Feru Lantara
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar