BMKG sebut tidak ada gelombang panas di Sulut

id musim panas,aa

BMKG sebut tidak ada gelombang panas di Sulut

Ilustrasi - Anak-anak bermain di Sungai Dendengan Dalam di Manado Sulawesi Utara. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/wsj.

Manado (ANTARA) - Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Molle mengatakan tak ada gelombang panas terjadi di Sulawesi Utara (Sulut).

"Informasi itu tidak benar, hoaks," kata Ben di Manado, Sabtu.

Beberapa hari lalu beredar pesan berantai yang meminta warga sedini mungkin mewaspadai gelombang panas di daerah itu.

Baca juga: BMKG tepis hoaks gelombang panas sedang terjadi di Indonesia

Dia menjelaskan gelombang panas tidak terjadi di Indonesia, dan berpotensi terjadi di Eropa dan Amerika, dan diindikasikan kenaikan lima derajat Celsius dari suhu rata-rata.

"Di Sulut suhu udara tertinggi di dua pekan terakhir yaitu 36 derajat Celsius, itu terjadi di Kabupaten Minahasa Utara," jelasnya.

Sementara di kabupaten dan kota lainnya, suhu udaranya berada pada kisaran 32-35 derajat Celsius.

Baca juga: BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

"Kami berharap warga tidak cepat mempercayai informasi-informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Masyarakat bisa mengakses kanal informasi yang disediakan BMKG untuk memastikannya," ajaknya.

Dua pekan terakhir ini, provinsi berpenduduk lebih 2,6 juta jiwa itu merasakan panas terik, padahal BMKG memperkirakan mulai awal Oktober ini telah memasuki periode musim hujan.

Baca juga: BMKG tegaskan suhu panas Indonesia bukan dari "Heatwave"

Baca juga: BMKG: Waspadai potensi bencana hidrometeorologi di Jateng selatan

Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar