Kemarin, video Kapolres Nunukan pukul anggota hingga ziarah pahlawan

id Korupsi asabri,tabur bunga, ziarah pahlawan, korupsi bupati yalimo,Kapolres pukul anggota

Kemarin, video Kapolres Nunukan pukul anggota hingga ziarah pahlawan

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Supardi. ANTARA/Laily Rahmawaty.

Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa bidang hukum terjadi di Indonesia pada Selasa (26/10) mulai dari Brigadir SL diduga penyebar video Kapolres Nunukan pukul anggota, hingga tabur bunga dan ziarah merupakan refleksi hormati pahlawan. Berikut sajian berita bidang hukum yang dirangkum LKBN ANTARA.

1. Brigadir SL diduga penyebar video Kapolres Nunukan pukul anggota

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Utara (Kaltara) Kombes Pol Budi Rachmad membenarkan penyebar video Kapolres Nunukan yang aniaya anggota adalah Brigadir SL.

Selengkapnya baca di sini

2. KPK beri penguatan integritas kepada jajaran Kemenkes

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, menyelenggarakan program Penguatan Antikorupsi Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas) kepada jajaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Selengkapnya baca di sini

3. Mantan Bupati Yalimo jadi tersangka dana bansos Rp1 miliar

Direktorat Krimsus Polda Papua menetapkan mantan bupati Yalimo LP sebagai tersangka penyalahgunaan dana bantuan sosial sebesar Rp1 miliar.

Selengkapnya baca di sini

4. Kejagung selisik mitra tersangka korupsi PT Asabri

Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) hingga Selasa masih terus menyelisik sejumlah pihak yang dapat keuntungan dari hasil korupsi pengelolaan dana PT Asabri.

Selengkapnya baca di sini

5. Menkumham: Tabur bunga dan ziarah merupakan refleksi hormati pahlawan

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengatakan kegiatan ziarah dan tabur bunga yang dilakukan di Perairan Teluk Jakarta merupakan bagian dari refleksi untuk menghormati para pahlawan yang telah gugur.

Selengkapnya baca di sini

 

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar