Sejumlah burung cenderawasih dilepasliarkan di TWA Sorong

id burung cenderawasih,TWA Sorong,konservasi satwa liar

Sejumlah burung cenderawasih dilepasliarkan di TWA Sorong

Di antara burung cenderawasih yang dilepasliarkan di Taman Wisata Alam Kota Sorong, Papua Barat, Senin (8/11/2021), ada cenderawasih kuning kecil dan cenderawasih mati kawat . ANTARA/Ernes Broning Kakisina.

Sorong (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat dengan dukungan dari PT Kilang Pertamina Internasional Unit Kasim pada Senin melepasliarkan sejumlah burung cenderawasih di Taman Wisata Alam (TWA) Kota Sorong di Provinsi Papua Barat.

Burung cenderawasih yang dilepas di TWA Kota Sorong meliputi lima cenderawasih kuning kecil (Paradisaea minor), dua cenderawasih raja (Cicinnurus regius), tiga cenderawasih toowa cemerlang (Ptiloris magnificus), dan satu cenderawasih mati kawat (Seleucidis melanoleucus).

Selain burung cenderawasih, ada tiga burung kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea) dan satu burung nuri kepala hitam (Lorius lory) yang dilepas di TWA Kota Sorong.

Satwa-satwa tersebut telah menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke TWA Kota Sorong.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat Budi Mulyanto mengatakan, burung-burung yang dilepas di TWA Kota Sorong sebagian merupakan satwa yang dikirim oleh BBKSDA Jawa Timur dan sebagian lagi merupakan hasil operasi BBKSDA di wilayah Sorong dan sekitarnya.

Budi menyampaikan terima kasih kepada PT Kilang Pertamina Internasional Unit Kasim yang telah membantu pelepasliaran satwa liar endemik Papua Barat tersebut.

Dodi Yapsenang, Manajer Unit Komunikasi, Relasi, dan CSR PT Kilang Pertamina Internasional Unit Kasim, mengatakan bahwa perusahaan mendukung pelaksanaan program BBKSDA di Taman Wisata Alam Sorong.

"Seperti pelepasliaran satwa, (pelayanan) klinik satwa, dan penyediaan kandang untuk rehabilitasi satwa yang dalam proses," katanya

Baca juga:
Mengintip kemunculan si pemalu cenderawasih di habitat aslinya
Banyak Burung Cenderawasih "menari" di Hutan Warkesi Raja Ampat

Pewarta : Ernes Broning Kakisina
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar