Penerima dua dosis vaksin COVID-19 di Indonesia capai 79,2 juta orang

id vaksin covid-19,satgas covid-19,vaksin covid,vaksin corona,vaksinasi

Penerima dua dosis vaksin COVID-19 di Indonesia capai 79,2 juta orang

Arsip foto - Sejumlah santri Ponpes Sunanul Huda jalani vaksinasi COVID-19 dari tenaga kesehatan di Kampung Cikaroya, RT 52/11, Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jabar, Rabu (28/10/2021). ANTARA/Aditya Rohman/aa.

Jakarta (ANTARA) - Penduduk Indonesia yang telah mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19 kini telah mencapai 79.212.475 orang setelah terjadi penambahan 218.312 orang yang mendapatkan dosis kedua dari berbagai jenis vaksin yang digunakan di Tanah Air.

Menurut data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta pada Senin, terjadi juga penambahan penerima dosis pertama sebanyak 288.524 orang. Hal itu membuat saat ini tercatat penerima vaksin pertama mencapai 125.394.487 orang.

Untuk penerima dosis ketiga, yang saat ini masih diberikan kepada tenaga kesehatan, mengalami penambahan 823 orang menjadikan saat ini terdapat 1.167.214 orang yang sudah mendapatkan booster.

Baca juga: IDAI: Vaksin Sinovac sudah diuji bertahap untuk anak 6 sampai 11 tahun
Baca juga: Pemerintah targetkan vaksinasi capai 300 juta dosis hingga akhir tahun

Pemerintah saat ini menargetkan 208.265.720 orang untuk mendapatkan dua dosis vaksin untuk mendapatkan kekebalan kelompok terhadap COVID-19.

Penambahan penerima vaksin itu terjadi dengan Indonesia mengalami adanya 244 kasus baru COVID-19 pada hari ini (Senin, 8/11), atau lebih sedikit dibandingkan pasien yang baru pulih sebanyak 1.283 orang.

Terdapat pula penambahan 12 orang yang meninggal dunia karena COVID-19.

Baca juga: BPOM tunggu kelengkapan data Sinovac untuk usia 3 tahun ke atas
Baca juga: Ganjar beri tenggat waktu kepada tujuh daerah tingkatkan vaksinasi

Sementara itu Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 untuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah berencana bekerja sama dengan sekolah untuk vaksinasi kelompok usia 6-11 tahun.

"Kemungkinan untuk anak usia 6-11 tahun, ini kan anak-anak sekolah, kami akan kerja sama dengan sekolah masing-masing. Kita tahu terdapat bulan imunisasi anak di sekolah setiap tahun, jadi kami nanti akan gunakan mekanisme ini," kata Nadia dalam diskusi virtual "Vaksin Anak, Sayangi Keluarga" di Jakarta, Senin.

Baca juga: Menkes: Presiden naikkan target vaksinasi COVID-19
 

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar