UiTM Malaysia temukan 48 kasus baru varian delta

id Malaysia

UiTM Malaysia temukan 48 kasus baru varian delta

Wisatawan berjalan melewati pemindai panas di dermaga, setelah Langkawi kembali membuka daerahnya untuk wisatawan lokal, di tengah pandemi virus corona (COVID-19), di Malaysia, Kamis (16/9/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Lim Huey Teng/RWA/djo

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) menginformasikan kajian yang dilakukan oleh Integrative Pharmacogenomics Institute Universiti Teknologi MARA (iPROMISE–UiTM) telah menemukan sebanyak 48 kasus baru  varian delta atau variant of concern/VOC (B.1.617.2).

"Ini menjadikan jumlah kumulatif kasus yang tertular oleh virus SARS-CoV-2 yang dikategorikan sebagai VOC dan variant of interest (VOI) adalah sebanyak 3.830 kasus," ujar Dirjen Kesehatan KKM, Dr Noor Hisyam Abdullah dalam keterangannya di Putrajaya, Kamis.

Dia mengatakan dari jumlah yang dideteksi tersebut sebanyak 3.810 kasus adalah VOC sedangkan 20 kasus adalah VOI.

Baca juga: COVID-19 subvarian Delta AY.4.2 ditemukan di Malaysia

"Secara keseluruhan hingga kini untuk VOC terdapat sebanyak 3.570 kasus varian delta, 226 kasus varian beta dan 14 kasus varian alpha," katanya.

Manakala bagi kasus-kasus VOI, ujar dia, terdapat sebanyak 13 kasus varian theta, empat kasus varian kappa dan tiga kasus varian eta.

Sedangkan jumlah kasus baru positif COVID-19 varian VOC delta B.1.617.2 per (11/11) adalah untuk Negara Bagian Pulau Pinang sebanyak 34 kasus, Pahang 12 dan Perlis dua.

Baca juga: Malaysia laporkan 6.243 kasus baru COVID-19
Baca juga: Malaysia hapus sebagian biaya COVID-19 bagi WNA di KLIA

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar