Penerima vaksin lengkap capai 82,81 juta jiwa penduduk Indonesia

id Vaksinasi,Update vaksinasi COVID-19,Satgas COVID-19,vaksin covid,vaksin corona,vaksin covid-19,vaksinasi

Penerima vaksin lengkap capai 82,81 juta jiwa penduduk Indonesia

Data situasi COVID-19 dan vaksinasi di Indonesia, Jumat (12/11/2021) yang dihimpun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19. ANTARA/HO-Satgas COVID-19/pri.

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis vaksin secara lengkap mencapai 82,81 juta jiwa hingga Jumat, pukul 12.00 WIB.

Data Satgas COVID-19 yang diterima, jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan dua dosis vaksin COVID-19 per hari ini (12/11) bertambah 1.107.393 menjadi 82.818.492 orang.

Sementara itu, jumlah penerima vaksin dosis pertama yang tercatat hari ini sebanyak 942.043 jiwa. Dengan tambahan tersebut, maka jumlah penerima vaksinasi dosis pertama kini menjadi 129.089.388 jiwa.

Adapun total vaksinasi untuk dosis ketiga bertambah sebanyak 4.482 menjadi 1.180.004 orang.

Pemerintah berencana memvaksinasi sebanyak 208.265.720 juta orang.

Dengan demikian maka tercatat, suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 61,98 persen dari total 208.265.720 warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19.

Baca juga: Menkes: Masyarakat disiplin prokes kehidupan bisa kembali normal

Sementara warga yang sudah selesai menjalani vaksinasi baru meliputi 39,76 persen dari total sasaran.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan apabila target vaksinasi COVID-19 tidak tercapai pada 2022 mendatang, kejadian luar biasa seperti kematian akibat COVID-19 akan lebih banyak terjadi.

"Kita akhirnya tidak bisa seutuhnya membentuk kekebalan kelompok kalau target vaksin COVID-19 tidak tercapai," kata Nadia.

Menurutnya, di daerah dengan capaian vaksinasi COVID-19 minimal 70 persen, pandemi COVID-19 akan dapat tertangani, artinya penyebaran dan kasus COVID-19 berjumlah lebih rendah.

Baca juga: Ahli prediksi tidak ada gelombang 3 jika pintu masuk RI dijaga ketat
Baca juga: Epidemiolog: COVID-19 masih ada di Indonesia
Baca juga: Epidemiolog Unsoed: Sistem jemput bola efektif percepat vaksinasi

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar