Undiksha jadi "trend setter" tidak hanya dengan mahasiswa asing

id undiksha,undiksha singaraja,stafsus,ari dwipayana,stafsus presiden

Undiksha jadi "trend setter" tidak hanya dengan mahasiswa asing

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.. aNTARA/Dokumentasi Pribadi..

Singaraja, Buleleng (ANTARA) - Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menegaskan bahwa perguruan tinggi seperti Undiksha bisa menjadi "trend setter" dan "internasional reputable university" tidak hanya dengan mengundang mahasiswa asing, melainkan juga perlu memperbanyak interaksi akademis dengan dunia luar seperti melakukan kerja sama.

"Interaksi tersebut dapat melalui perluasan kerjasama dalam pengembangan dan peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat," kata Ari Dwipayana saat menjadi pembicara pada kuliah umum di kampus Undiksha Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin.

Hal lain yang juga bisa dilakukan, lanjut ari Dwipayana, adalah melalui penyelenggaraan event internasional, seperti penelitian, penulisan karya ilmiah, workshop, seminar, dan sebagainya. Di tengah perkembangan teknologi, interaksi akademis dapat didukung dengan penguatan website universitas yang di dalamnya dilengkapi dengan konten-konten kreatif.

Menurut Ari Dwipayana, trend setter tidak semata-mata persoalan gaya. Lebih penting dari itu, bagaimana perguruan tinggi dapat berkontrbusi kepada masyarakat, baik dengan pemikiran atau gagasan-gagasan inovatif. Di era milenial, perguruan tinggi juga mampu memunculkan inovasi dan kreativitas.

"Maknanya adalah Undiksha tidak hanya bereputasi, tapi mampu mengakar, yaitu memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan masyarakat," tegasnya.

Undiksha mengusung Falsafah Tri Hita Karana sebagai pondasi dalam pembangunan maupun mewujudkan visi menjadi universitas unggul di Asia pada Tahun 2045.

Ari Dwipayana memberikan apresiasi untuk itu dan diharapkan nilai-nilai Tri Hita Karana dapat diaktualisasikan semakin nyata, baik di dalam perkuliahan, pemikiran maupun gagasan-gagasan untuk publik.

Pada kesempatan itu, pria asal Ubud, Kabupaten Gianyar ini juga sempat mengutarakan kekagumannya terhadap Kabupaten Buleleng dan Kota Singaraja yang menjadi lokasi Kampus Undiksha. Ia menyebutkan daerah yang dikenal dengan sebutan bumi Panji Sakti ini, secara historis banyak memiliki kearifan lokal dan memiliki branding sebagai kota pendidikan.

Dalam pengembangannya, Kabupaten Buleleng dinilai perlu diperkuat dengan membangun ekosistem yang terbaik untuk mendorong adanya "creative and innovation hub" yang diharapkan dengan adanya dukungan dari perguruan tinggi, termasuk oleh Undiksha.

Sementara itu, Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ari Dwipayana ke Undiksha. Hal tersebut dianggap sebagai penyemangat bagi Undiksha untuk terus berkarya dan semakin baik. Ia pun sangat mendukung dan sepakat terhadap hal yang disampaikan, baik yang menyangkut peningkatan kapasitas Undiksha untuk publik maupun meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam rangkan menbghadapi era disrupsi.

"Staf khusus kepresidenan kita berkeyakinan bahwa Undiksha akan tumbuh seperti pohon, dengan akar yang kuat, yaitu falsafah Tri Hita Karana yang menjadi bingkai Undiksha dalam melakukan aktivitasnya," kata Jampel.

Selain kuliah umum, pada kesempatan ini juga diisi dengan penandatangan kerjasama antara Undiksha dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud. Kerjasama tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pewarta : Naufal Fikri Yusuf/Made Adnyana
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar