Pembangunan rusun di DKI terkendala pembiayaan

id PDI Perjuangan,Wagub DKI,Riza Patria,Pembangunan Rusun,Rusun DKI

Pembangunan rusun di DKI terkendala pembiayaan

Arsip Foto - Bajaj melintas di Kawasan Rusun Rawabebek, Jakarta Timur, Jumat (10/2/2017). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan, pembangunan rumah susun (rusun) di DKI Jakarta terkendala pembiayaan.

"Tentu rusun yang ada masih kurang. Target kita kan banyak sekali, sementara kita memiliki keterbatasan terhadap pembiayaan," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa.

Meski demikian pada 2022, DKI Jakarta menganggarkan Rp150 miliar untuk pembangunan rumah susun di Cakung Barat, Jalan Tongkol, Kelapa Gading, Padat Karya Jakarta Utara, PIK II dan Pulo Jahe.

Pembangunan enam rusun pada 2022, kata Riza, rencananya diprioritaskan bagi warga korban gusuran dan warga tak mampu.

"Rusun ini untuk kepentingan warga Jakarta. Tentu ada yang diprioritaskan, warga gusuran diprioritaskan, warga tidak mampu menjadi prioritas," ujar Riza.

Sekalipun DKI Jakarta memiliki APBD yang terbesar di provinsi di seluruh Indonesia, tetap saja kebutuhan masih jauh dari APBD yang dimiliki. "Apalagi kita ingin memenuhi kebutuhan rumah bagi warga Jakarta. Itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit," katanya.

Baca juga: Pembangunan rusun di DKI pada 2022 dinilai belum sesuai target Anies
Baca juga: Pembangunan tiga dari 10 rusunawa di DKI sudah lebih 70 persen


Hal itu disampaikan Riza terkait penilaian anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta yang menyebutkan pembangunan rusun di Jakarta meleset dari target Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2017-2022.

Terkait dengan penilaian itu, Riza menyatakan akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk penanganan korban gusuran proyek normalisasi sungai.

"Butuh kerja sama dan dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dari swasta dan dari masyarakat sendiri," kata politisi Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Agustina Hermanto menilai pembangunan rusun oleh Pemprov DKI Jakarta untuk tahun 2022 belum bisa mengejar target dari Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017-2022 yang diusung oleh Gubernur Anies Baswedan.

Agustina menyebutkan, anggaran pembangunan rumah susun senilai Rp150 miliar pada 2022 untuk pembangunan rumah susun di Cakung Barat, Jalan Tongkol, Kelapa Gading, Padat Karya Jakarta Utara, PIK II dan Pulo Jahe jauh dari ideal seperti yang ditargetkan RPJMD DKI.

"Pembangunan rumah susun ini kami rasa masih jauh dari ideal mengingat dalam RPJMD tahun 2017-2022, Bapak Gubernur mencanangkan akan membangun 250.000 unit hunian bagi warga DKI Jakarta," kata Agustina di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa.

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar