Bencana Sumut dan hari melelahkan untuk Risma

id Mensos Risma, Risma pingsan, bencana Sumut

Bencana Sumut dan hari melelahkan untuk Risma

Menteri Sosial Tri Rismaharini saat meninjau lokasi tanah longsor di Desa Rumah Kinangkung, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (19/11/2021). (ANTARA/HO-Humas Kemensos RI)

Jakarta (ANTARA) - Jumat (19/11), dalam perjalanan darat dari Kabupaten Deli Serdang menuju Kota Medan, Sumatera Utara, dua staf Humas Kementerian Sosial RI dikejutkan pertanyaan wartawan yang mengonfirmasi kabar Menteri Sosial RI Tri Rismaharini jatuh pingsan.

"Mohon izin mengonfirmasi, apakah betul Bu Risma pingsan di Desa Rumah Kinangkung, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang?," demikian pertanyaan salah satu wartawan yang masuk melalui pesan WhatsApp Petugas Publikasi Humas Kemensos RI Dasep Samsul Bahri.

Awalnya Dasep kurang begitu yakin dengan kabar itu, sebab secara fisik dan stamina, Risma tampak baik-baik saja saat meninjau lokasi tanah longsor di Dusun 3 Desa Rumah Kinangkung.

Ia mengamati secara detail bukti foto di layar ponsel sambil sesekali mengingat di mana kejadian itu berlangsung. Sebab tim humas sempat terpisah jarak dari rombongan Mensos saat terjadi kerumunan warga yang antusias menyambut kehadiran Risma.

Terlihat dalam foto itu sejumlah pejabat Kemensos dan Pemda Deli Serdang menopang tubuh Risma yang sedang ambruk. Beberapa pejabat daerah mengonfirmasi kejadian itu berada di sekitar bantaran Sungai Laupaipai dekat jembatan putus yang menghubungkan lokasi Dusun 1 dan 3.

Sesaat sebelum kejadian, Risma sedang berjalan kaki meninjau aliran sungai yang dilaporkan warga kerap meluap saat hujan deras. Situasi itu dipicu sumbatan sampah di bantaran yang kian menyempit karena sedimentasi.
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat meninjau lokasi tanah longsor di Desa Rumah Kinangkung, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (19/11/2021). (ANTARA/HO-Humas Kemensos RI)

Risma pun memutuskan meninjau lokasi. Keputusan berjalan kaki disebabkan akses jalan yang sempit sudah penuh dengan kendaraan dinas yang terparkir. Perjalanan dari tenda pengungsi menuju sungai sekitar 2 kilometer melintasi jalan terjal yang dipenuhi semak belukar dan bebatuan.

Tiba di lokasi sungai, pejabat yang kini berusia 60 tahun itu menyempatkan waktu bergotong royong menarik semak belukar, sampah hingga batangan pohon yang menyumbat aliran air. Sampah itu dikumpulkan di dekat jembatan untuk dievakuasi.

Mantan Wali Kota Surabaya itu begitu semangat menerobos undakan batu, tangga, hingga lumpur di jalan setapak demi menjangkau sampah di sungai. Beberapa orang sempat berteriak mengingatkan Risma agar berhati-hati dengan jalan licin di tepi tebing.

"Bu, hati-hati jatuh. Kiprah Ibu masih dibutuhkan bangsa ini," teriak Anggota Komisi VIII DPR RI M Husni yang turut mendampingi Risma di lokasi.

Namun, Risma justru khawatir akan keselamatan rombongan di sekitar jembatan sungai yang dipenuhi kendaraan dinas. Ia khawatir jembatan tak kuat menahan beban sehingga meminta sebagian rombongan untuk tidak ikut dalam perjalanan dan mengosongkan area jembatan.

Politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu membantah kabar bahwa Risma pingsan dalam perjalanan tersebut.
"Beliau hanya sedikit lemas, kelelahan, dia sempat duduk sebentar dan jalan. Itu luar biasa, dia bisa jalan lagi, kita harus apresiasi itu," katanya.

Meski didera kelelahan, kata Husni, Risma kembali bangkit setelah duduk sebentar lalu kembali melanjutkan perjalanan untuk bertukar obrolan dengan pengungsi di tenda pengungsian yang lain.

Baca juga: Mensos antar bantuan kemanusiaan ke lereng Sibolangit

Baca juga: Risma sebut ada warga tinggal di Menteng Jakarta masih dapat bansos


Jalan terjal

Secara geografis, Dusun 3 Desa Rumah Kinangkung berada di lokasi lereng bukit dengan susunan lahan terasering. Dibutuhkan waktu perjalanan selama tiga jam lebih dari Bandara Kualanamu Deli Serdang.

Lumpur dan batu lereng mendominasi badan jalan setelah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat meninjau lokasi tanah longsor di Desa Rumah Kinangkung, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (19/11/2021). (ANTARA/HO-Humas Kemensos RI)


Sisa tanah longsor setebal 50-70 sentimeter yang menghantam 12 rumah penduduk di Dusun 3, pada Kamis (11/11), masih menutup sebagian jalur menuju Dusun 3. Tapi kendala itu bukan penghalang bagi Risma menerobos lumpur demi mengantar bantuan kemanusiaan untuk pengungsi.

Sepatu bot yang dipakai Risma pun sempat terlepas dari kaki karena terjerat lumpur yang masih lengket dan lembab. Ia sempat melangkah tanpa alas kaki. Tak lama kemudian, seorang staf mengantar sepatu pengganti.

Sepanjang perjalanan Risma mengamati dengan seksama lokasi kejadian. Mensos berbincang dengan camat dan kepala desa setempat untuk memutuskan solusi yang tepat atas bencana yang terjadi.

Selama 45 menit berselang, Risma tiba di tenda pengungsi Dusun 3. Ada sekitar 15 perwakilan kepala keluarga korban bencana yang menyambut antusias dan haru atas niat baik pemerintah hadir ke tempat mereka.

Dalam kesempatan itu, Risma mengumumkan keputusan pemerintah untuk merelokasi 12 rumah penduduk ke lokasi aman di Dusun 1. "Saya minta pengungsi tidak boleh kembali lagi, karena kondisinya berbahaya. Kita bantu bebaskan tanah untuk relokasi," kata Risma.

Menurut Risma, longsor susulan berpotensi memutus jalur penghubung menuju tujuh permukiman penduduk. Solusi untuk mencegah longsor susulan adalah merelokasi rumah di dusun 3 agar lahannya direstorasi untuk pembuatan jalan alternatif serta penguatan tebing.

Kemensos akan mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membeli lahan penduduk di Dusun 1 seluas 2.500 meter persegi untuk dibangun rumah baru bagi korban tanah longsor Dusun 3.

Selain itu Risma juga mendorong pembuatan buffer stock atau lumbung sosial sebagai cadangan makanan penduduk kalau seandainya terjadi bencana susulan.

Kemensos juga mengantar sejumlah bantuan kemanusiaan berupa sembako hingga kebutuhan harian untuk pengungsi senilai total Rp353 juta.

Baca juga: Mensos Risma janjikan apresiasi bagi peraih medali Peparnas Papua

Baca juga: Risma instruksikan Balai Kemensos dukung atlet disabilitas


Hari yang melelahkan

Bagian Humas Kemensos RI mengonfirmasi jadwal kunjungan kerja Risma ke Sumut kali ini terbilang padat. Diawali perjalanan dari penginapan di Hotel Adhi Mulya Medan menuju Kabupaten Deli Serdang sejak pukul 05.30 WIB.

Selang 1,5 jam, rombongan bertolak menuju Kabupaten Karo, menempuh jalan berkelok dan menanjak mengelilingi Pegunungan Bukit Barisan hingga sampai di tenda pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung.
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat meninjau lokasi tanah longsor di Desa Rumah Kinangkung, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (19/11/2021). (ANTARA/HO-Humas Kemensos RI)


Pada Jumat siang, kegiatan Risma berlanjut untuk meresmikan operasional Sentra Kreasi Atensi di Balai Bahagia Medan serta menutup agenda perjalanan melalui acara rapat pelaksanaan pemadanan data pada sore hari.

"Sepekan yang lalu Mensos baru menyelesaikan agenda yang cukup padat juga di acara penutupan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua. Di sana beliau meninjau banyak lokasi juga," kata Dasep.

Bahkan agenda kunjungan kerja menuju lokasi bencana alam di Sumut pada pekan ini sempat dua kali mengalami penundaan, sebab Risma harus menghadiri agenda rapat terbatas bersama Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara.

"Saya bisa datang ke sini karena uang rakyat. Saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, makanya saya maunya sekalian saja mengunjungi banyak tempat dalam sekali jalan," kata Risma.*

Baca juga: Mensos Risma tinjau produksi enam kapal cepat untuk warga Papua

Baca juga: Kemensos dirikan 10 peternakan ayam di Kabupaten Asmat

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar