Satgas COVID-19: Struktur usia penduduk pengaruhi lonjakan kasus

id COVID-19, ingat pesan ibu, tracing, testing

Satgas COVID-19: Struktur usia penduduk pengaruhi lonjakan kasus

Tangkapan layar Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny Harry dalam webinar "Jangan Halu, Pandemi Belum Berlalu", Senin (22/11/2021). (ANTARA/Sanya Dinda)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny Harry mengatakan struktur usia penduduk yang didominasi oleh orang lanjut usia mempengaruhi lonjakan kasus positif COVID-19 di Singapura dan Eropa.

"Struktur umur penduduk juga penting. Di Eropa dan Singapura, penduduk didominasi lansia yang imunitasnya lebih rendah, meski telah menerima (vaksinasi) dosis lengkap," kata Sonny dalam webinar "Jangan Halu, Pandemi Belum Berlalu" di Jakarta, Senin.

Karena itu, menurut dia, Indonesia dengan struktur penduduk didominasi oleh masyarakat muda berkemungkinan lebih kecil kembali mengalami lonjakan kasus. Meskipun demikian, pemerintah tetap mewaspadainya, antara lain dengan memperketat skrining terhadap orang yang datang dari luar negeri.

Belajar dari pengalaman gelombang kedua COVID-19, varian delta dibawa masuk oleh orang yang bekerja di luar negeri. Saat itu mereka pulang kampung atau mudik untuk merayakan Idul Fitri, sehingga tanpa sadar membawa virus yang penyebarannya lebih cepat dibandingkan varian asli.

"Kemampuan tracing kita saat itu juga sedang rendah, satu banding dua atau satu banding tiga, dan saat itu vaksinasi kita cukup rendah," katanya.

Pada Juni 2021, kata dia, vaksinasi dosis pertama baru mencapai 7,8 persen dari total populasi. Meskipun saat ini vaksinasi Indonesia yang baru mencapai sekitar 32 persen dari total penduduk atau masih di bawah standar WHO, tapi jumlah ini lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Ke depan, menurut Sonny, untuk menjaga agar kasus COVID-19 tidak lagi melonjak, vaksinasi akan terus digencarkan. Di samping itu penerapan protokol kesehatan juga akan diperketat sampai ke jenjang komunitas masyarakat terbawah, seperti di lingkungan rukun tetangga (RT).

"Saat ini yang melaporkan kepatuhan terdapat sekitar 500 ribu personel terdiri dari TNI, Polri dan Duta Perubahan Perilaku yang berjumlah 129 ribu," katanya.


Pewarta : Sanya Dinda Susanti
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar