RSUP Persahabatan siapkan gedung khusus antisipasi lonjakan COVID-19

id RSUP Persahabatan,COVID-19

RSUP Persahabatan siapkan gedung khusus antisipasi lonjakan COVID-19

Suasana Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta, Rabu (24/11/2021). ANTARA/Yogi Rachman.

Jakarta (ANTARA) - Pengelola Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Jakarta Timur menyiagakan satu gedung khusus untuk mengantisipasi penanganan pasien COVID-19 yang berpotensi terjadi lonjakan kasus usai libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Direktur Utama RSUP Persahabatan, Agus Dwi Susanto, mengatakan pihaknya juga akan menyiapkan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan pasien kasus COVID-19.

Baca juga: Harapan Menkes saat Hari Ulang Tahun RSUP Persahabatan

"Untuk persiapan natal dan tahun baru seperti yang lalu, kita siapkan ruangan. Tapi kita berharap itu tidak terjadi. Kemudian kita menyiapkan SDM. Kemudian tenaga kesehatan kita juga siap saat natal dan tahun baru," kata Agus Dwi Susanto di Jakarta, Rabu.

Agus menambahkan bahwa saat ini jumlah pasien kasus COVID-19 yang dirawat di RSUP Persahabatan jauh berkurang dibandingkan beberapa bulan lalu.

"Memang beberapa hari ini kasusnya menurun rata-rata di bawah 10 pasien per hari. Artinya setiap hari pasien yang dirawat di bawah 10. Bahkan beberapa hari sempat di bawah lima," ujar Agus.

Baca juga: RSUP Persahabatan siapkan 90 persen tempat tidur untuk pasien COVID-19

Saat ini, Agus mengatakan RSUP Persahabatan hanya menyiapkan sebanyak 30 tempat tidur untuk pasien COVID-19. Jumlah tersebut jauh berkurang dibandingkan pada Juni lalu yang mencapai 385 tempat tidur.

"Jadi memang sudah jauh dibandingkan bulan Juni-Juli yang bisa hampir 300 kasus per hari. Dengan kondisi seperti ini kita tetap sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 siap menampung kalau kasus kembali meningkat," ujar Agus.

Diketahui, pemerintah pusat berencana menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tiga secara serentak di seluruh wilayah Indonesia pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022.

Kebijakan tersebut guna membatasi kegiatan masyarakat saat liburan Natal dan Tahun Baru agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19.

Baca juga: Kemenkes konversikan 3 rumah sakit jadi RS khusus penanganan COVID-19

Pewarta : Yogi Rachman
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar