Saham Hong Kong ditutup di terendah 7 minggu karena kekhawatiran virus

id saham Hong Kong,indeks Hang Seng

Saham Hong Kong ditutup di terendah 7 minggu karena kekhawatiran virus

Arsip Foto - Seorang pria berjalan melewati pintu masuk Bursa Hong Kong di Hong Kong, China. ANTARA/REUTERS/Bobby Yip/am.

Hong Kong (ANTARA) - Saham-saham Hong Kong ditutup turun tajam ke level terendah dalam tujuh minggu pada Jumat, mengikuti pasar global yang lemah di tengah kekhawatiran seputar varian virus corona baru yang mungkin kebal vaksin, sementara laporan tindakan keras teknologi menunjukkan pergerakan itu masih jauh dari selesai.

Indikator utama Bursa Efek Hong Kong, Indeks Hang Seng (HSI) anjlok 659,64 poin atau 2,67 persen menjadi berakhir di 24.080,52 poin, sedangkan Indeks China Enterprises merosot 233,65 poin atau 2,65 persen menjadi menetap pada 8.576,07 poin.

Untuk minggu ini, Indeks Hang Seng tergelincir 3,90 persen, sedangkan Indeks China Enterprises terpuruk 4,52 persen. Keduanya mencatat penurunan mingguan terbesar dalam 10 pekan terakhir.

Hong Kong telah menemukan kasus varian baru, yang awalnya terdeteksi di Afrika Selatan. Para ilmuwan mengatakan varian tersebut mungkin dapat menghindari respons imun, sementara pihak berwenang Inggris menganggapnya sebagai varian paling signifikan hingga saat ini.

Raksasa teknologi jatuh 3,3 persen, dengan Tencent Holdings, Meituan, dan Alibaba Group turun antara 3,0 persen dan 4,7 persen.

Regulator pasar China mengusulkan aturan baru pada Jumat yang bertujuan untuk meningkatkan pengawasan atas sektor periklanan internet.

Regulator China telah meminta eksekutif puncak raksasa ride-hailing Didi Global Inc untuk menyusun rencana delisting dari New York Stock Exchange karena kekhawatiran tentang keamanan data, Bloomberg News melaporkan.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa beberapa perusahaan milik negara China membatasi penggunaan aplikasi perpesanan Tencent Weixin oleh karyawan.

Sementara itu, saham perjudian merosot 6,6 persen karena kekhawatiran COVID-19.

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar