BRI tekan "cost of fund" ke tingkat terendah sepanjang sejarah

id BRI,bank bri,biaya dana bri,dirut bri,soenarso

BRI tekan "cost of fund" ke tingkat terendah sepanjang sejarah

Direktur Utama BRI Sunarso. ANTARA/HO-BRI.

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk  mampu menekan biaya dana alias cost of fund ke tingkat terendah sepanjang sejarah seiring keberhasilan perseroan melakukan transformasi struktur liabilitas.

Pada akhir September 2021 biaya dana BRI mencapai 2,14 persen, jauh lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 3,45 persen.

"Perlu saya sampaikan cost of fund BRI 2,14 persen ini adalah yang terendah sepanjang sejarah,” ujar Direktur Utama BRI (Persero) Tbk Sunarso dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

Sunarso menjelaskan penurunan biaya dana tersebut tak terlepas dari keberhasilan perseroan dalam meningkatkan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang tercatat Rp673,1 triliun pada triwulan ketiga 2021, naik sekitar 5,3 persen dari periode yang sama tahun 2020 yang sebesar Rp639,2 triliun.

Selain itu tabungan yang dihimpun BRI pada triwulan III 2021 mencapai Rp467,7 triliun dan giro sebesar Rp205,5 triliun, naik dari masing-masing Rp424 triliun dan Rp215 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun total dana pihak ketiga yang dibukukan BRI hingga September 2021 mencapai sebesar Rp1.121 triliun, atau naik sekitar 5,5 persen dari kurun waktu yang sama pada 2020, yakni sebesar Rp1.062,7 triliun.

Dia pun mengatakan penurunan biaya dana erat kaitannya dengan efisiensi biaya pendanaan yang dilakukan BRI melalui langkah-langkah strategis transformasi, seperti memperkuat pembayaran ritel dan transaksi perbankan.

“Jadi artinya, efisiensi dari sisi biaya pendanaan, biaya dana berhasil dilakukan oleh BRI melalui berbagai program transformasi tentunya. Dengan memperkuat pembayaran ritel, transaksi perbankan, dan berbagai inisiatif lain terkait dengan pembayaran .

Ia menambahkan perbaikan cost of fund menjadi salah satu pendorong kinerja pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang tumbuh signifikan yaitu 26,88 persen menjadi Rp72,43 triliun pada triwulan III 2021.

Baca juga: BRI bukukan laba bersih Rp19,07 triliun pada triwulan III 2021

Baca juga: Penyaluran kredit BRI naik, capai Rp1.026,4 triliun pada triwulan III

Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar