AS ingin kompetisi yang bertanggungjawab dengan China

id China,AS,kompetisi

AS ingin kompetisi yang bertanggungjawab dengan China

Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Asia Timur dan Pasifik Daniel J. Kritenbrink dalam limited Roundtable Media Interview di Kedubes AS, Jakarta, Selasa. (30/11/2021) (Antara/ Kedubes AS Jakarta)

Jakarta (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa mereka ingin fokus membangun kompetisi yang bertanggungjawab dan sehat dengan China, ujar Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Asia Timur dan Pasifik Daniel J. Kritenbrink.

"AS mempunyai hubungan yang kompleks dengan China. AS percaya bahwa hubungan dengan China adalah kompetisi tetapi kita menginginkan bahwa kompetisi itu harus bertanggungjawab dan sehat," ujar Daniel J. Kritenbrink dalam limited Roundtable Media Interview di Kedubes AS, Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertemu secara virtual dengan Presiden Cina Xi Jinping pada Senin (15/11) yang membahas sejumlah isu, antara lain perdagangan, teknologi, hak asasi manusia maupun situasi Taiwan.

"Saya pikir fokus utama pertemuan tersebut adalah bagaimana kita menjalankan kompetisi ini secara bertanggungjawab. Kita percaya bahwa kompetisi antara China dan AS akan meningkat secara intensif," kata dia.

Kritenbrink mengatakan diplomasi AS dengan China juga akan berlangsung intens untuk memastikan tidak salah dalam hal perhitungan yang menyebabkan konflik antara kedua negara.

"Pada saat yang sama, kita berharap dapat bekerja sama dengan China di beberapa bidang seperti perubahan iklim, isu Iran, maupun pandemi COVID-19," kata dia.

Kritenbrink menegaskan kembali keinginan AS untuk kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Kawasan Indo-Pasifik merupakan kawasan yang sentral bagi masa depan keamanan dan kemakmuran Amerika Serikat, kata dia.

Kritenbrink mengatakan bahwa AS tidak memaksa negara-negara di ASEAN untuk berpihak dalam perseteruan antara AS dan China.

"Saya mempunyai banyak teman di ASEAN dan mereka mengatakan kepada saya untuk tidak membahas keberpihakan. Teman-teman di ASEAN tidak menginginkan untuk berada dalam situasi memilih antara AS atau China. AS tidak pernah memaksa," kata dia.

AS, lanjut dia, akan terus meningkatkan kerja sama dengan negara-negara ASEAN dalam hal perdagangan, kesehatan, ekonomi, maupun militer.

Baca juga: Biden berbicara dengan Xi lewat video, janjikan bahas HAM
Baca juga: AS Januari 2022 luncurkan proyek infrastruktur untuk tandingi China
Baca juga: AS perpanjang larangan investasi di perusahaan terkait militer China

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar