DPR: Indonesia harus ajak negara maju atasi perubahan iklim

id DPR RI,KTT G20,G20,Puan Maharani

DPR: Indonesia harus ajak negara maju atasi perubahan iklim

Ketua DPR RI Puan Maharani. ANTARA/HO-Humas DPR RI/am.

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR, Puan Maharani, menilai Indonesia harus mengajak negara-negara maju untuk terus berkomitmen mengatasi perubahan iklim.

"Indonesia harus mengajak negara-negara maju untuk terus berkomitmen mengatasi perubahan iklim. Perlu ada kesadaran bersama bahwa 'green economy' adalah strategi investasi untuk masa depan," kata dia, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ia menilai diperlukan upaya global untuk mengatasi perubahan iklim melalui pembangunan yang lebih inklusif dan hijau. Ia mengatakan dibutuhkan kemauan politik negara global untuk meningkatkan ambisi penurunan emisi dan melakukan langkah adaptasi lewat strategi pembangunan hijau, yang bisa menjadi terobosan dalam forum G20.

Baca juga: Moeldoko: Publik harus tahu alasan Indonesia jadi ketua G20

"Negara-negara besar harus bersatu menanggulangi emisi. Maka kerja sama internasional harus ditekankan pada investasi ekonomi hijau, dan sistem ketahanan bencana," ujarnya.

Ia sepakat dengan misi pemerintah yang ingin menjadikan kepemimpinan Indonesia di G20 untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang.

Ia menegaskan bahwa negara-negara maju harus menjadi pemimpin dalam pengurangan emisi dan harus memberi bantuan kepada negara-negara berkembang dalam upaya ‘menghijaukan’ Bumi. "Baik itu dari sisi keuangan, hingga teknis untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi negara berkembang," katanya.

Baca juga: IMF serukan tindakan segera atasi pemulihan "dua jalur" yang memburuk

Ia mendukung komitmen pemerintah yang akan mendorong dikeluarkannya aksi-aksi nyata saat KTT G20 2022.

Menurut dia, Indonesia sebagai ketua G20 disebut perlu mengangkat isu pembangunan hijau atau rendah karbon dan keadilan vaksin.

"Keketuaan G20 Indonesia punya misi agar dunia bisa keluar dari krisis dengan lebih baik dan tangguh. Terkait topik pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, Indonesia harus mendukung dunia menerapkan strategi pembangunan hijau secara global dalam upaya mengurangi emisi," ujarnya.

Indonesia untuk kali pertama terpilih sebagai pemegang kursi keketuaan G20, sejak forum utama kerja sama ekonomi internasional itu dibentuk pada 1999.

Baca juga: Ketua WTO berharap KTT G20 bantu redakan ketegangan perdagangan

KTT G20 yang mengusung tema tema 'Pulih Bersama, Pulih Semakin Kuat' akan diselenggarakan di Bali pada Oktober 2022, upacara pembukaan keketuaan G20 Indonesia 2022 digelar di Jakarta, Rabu malam (1/12).

Ia menilai, dorongan penggunaan energi terbarukan sebagai langkah transisi energi harus terus dijadikan agenda global.

Hal itu menurut dia, transisi energi diperlukan untuk mencapai terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. "Kita harus mewarisi dunia yang lebih baik bagi generasi mendatang, dunia yang lebih aman, lebih adil, dan lebih sejahtera," katanya.

Baca juga: Pesan Jakarta dibawa ke pertemuan jelang KTT-G20

Menurut dia, penguatan solidaritas dunia untuk mengatasi perubahan iklim sekaligus membangun secara berkelanjutan, dan komitmen negara maju membantu negara berkembang adalah sebuah keharusan.

Ia mendukung isu mengenai keamanan dan ketahanan kesehatan diangkat pada G20 pada 2022, salah satu poin penting yang harus disuarakan Indonesia adalah soal keadilan vaksin Covid-19.

"Kemerataan vaksin juga menjadi isu yang terus DPR suarakan dalam beberapa forum internasional, termasuk oleh saya sendiri. Kita harus bekerja sama untuk keadilan vaksin bagi semua orang di seluruh dunia," katanya.

Isu mengenai pemerataan vaksin pun kembali disampaikan dia pada Inter Parliamentary Union (IPU) General Assembly ke-143. Forum parlemen internasional tersebut baru saja dihelat di Madrid, Spanyol beberapa hari lalu.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar