JMM ajak santri sampaikan pesan Islam damai cegah radikalisme

id JMM,radikalisme,Syukron Jamal ,santri

JMM ajak santri sampaikan pesan Islam damai cegah radikalisme

Ilustrasi - Umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri di ruas Jalan Indrapura, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/5/2020). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/20)

Jakarta (ANTARA) - Koordinator Jaringan Muslim Madani (JMM) Syukron Jamal mengajak para santri untuk menyampaikan pesan Islam damai dan moderat untuk mencegah paham radikal.

"Penyebaran radikalisme dan terorisme berbungkus agama, masih jadi ancaman serius di Indonesia," kata Syukron dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Kata dia, para santri menjadi garda terdepan menyampaikan pesan Islam yang moderat, ramah dan damai atau rahmatan lil alamin.

"Sampai saat ini penyebaran paham radikal atas nama agama masih marak dalam berbagai bentuk termasuk di dunia maya. Banyak yang terbuai dan terdoktrinasi dengan penyebaran paham tersebut. Salah satunya, karena minimnya pemahaman terhadap prinsip Islam sebagai agama rahmatan lil alamin," jelas Syukron.

Hal itu juga disampaikan Syukron saat menjadi narasumber Seminar Deradikalisasi yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Sirojul Huda, Bogor.

Syukron menegaskan radikalisme, ekstremisme bahkan terorisme jelas sangat bertolak belakang dengan Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam raya. Kata dia, “radikalisme” diartikan keras, eksklusif, berpikiran sempit, rigid serta memonopoli kebenaran.

“Orang yang memiliki paham radikal adalah orang berpikiran sempit, kaku dalam memahami Islam, serta bersifat eksklusif. Apa-apa dianggap sesat, kafir atau takfiri bahkan punya pikiran harus diperangi. Jika ada orang seperti itu, menjadi bukti pemahaman islam-nya yang tidak kaffah,” jelas Syukron.

Dalam sejarah Islam kata Syukron, khalifah Usman Ibnu Affan terbunuh secara mengenaskan oleh sekelompok umat Islam yang ekstrem. Demikian pula, khalifah Ali Ibnu Abi Thalib juga terbunuh oleh kalangan ekstrem.

Menurut Syukron, fakta itu menegaskan bahwa radikalisme, ekstremisme dan terorisme itu adalah racun atau virus dalam Islam yang merusak dari dalam termasuk pada tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sudah menjadi kewajiban sebagai umat islam terlebih santri, untuk berjihad menegakkan panji-panji Islam yang rahmatan lil alamin, islam yang ramah, moderat dan toleran serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan di tengah kemajemukan bangsa kita tercinta,” ajak Syukron.

Baca juga: JMM minta pemerintah tegas berantas potensi ancaman teroris

Baca juga: JMM: Dinamika jelang muktamar NU hal wajar

Pewarta : Fauzi
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar