Surakarta (ANTARA News) - Puluhan orang mahasiswa dari berbagai sekolah tinggi seni di Tanah Air mengikuti kegiatan belajar membatik dalam rangkaian Festival Kesenian Indonesia VII di kampus Institut Seni Indonesia Surakarta, Jumat.

Instruktur yang juga pengajar jurusan Seni Kriya ISI Surakarta Veronica Kristanti Putri Laksmi mengatakan minat mahasiswa belajar membuat batik tulis cukup tinggi karena selama ini mereka hanya mengenal batik cap dan cetak.

"Batik tulis merupakan salah satu budaya Jawa bernilai tinggi sehingga perlu dikenalkan secara langsung proses pembuatannya kepada para mahasiswa," kata Veronica.

Ia mengatakan, kegiatan belajar membuat batik tulis dalam rangkaian festival kesenian ini akan berlangsung hingga Sabtu (15/10) dengan materi tentang tahapan proses pembuatan batik.

"Materi itu antara lain terkait teori dasar tentang batik, pembuatan desain batik, membatik dengan canting, memberikan pewarnaan pada kain, dan proses terakhir berupa `pelorotan` atau menghilangkan lilin pada batik," kata dia.

Proses membatik dengan canting, kata dia, merupakan proses terlama yang akan dilalui para peserta "workshop", bisa sampai seharian.

Pelaksanaan "workshop" ini, kata dia, tidak menemui kendala karena sebagian besar mahasiswa yang mengikutinya berasal dari jurusan seni kriya dibantu belasan orang mahasiswa jurusan kriya ISI Surakarta.

Rizka Septiani, peserta dari Sekolah Tinggi Seni Bandung, mengatakan dirinya tertarik mengikuti "workshop" pembuatan batik tulis karena pengetahuan tentang batik semakin bertambah.

"Proses pembuatan batik tulis sangat menyenangkan dan pengetahuan saya bertambah tentang seni lukis pada batik ," kata mahasiswi semester I Fakultas Seni Rupa dan Seni Murni itu.

Festival Kesenian Indonesia merupakan festival seni yang digelar untuk mewadahi potensi seni mahasiswa sekolah tinggi seni di Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali itu diikuti para mahasiswa dari sekolah tinggi seni di Padangpanjang, Bandung, Jakarta, Denpasar dan sejumlah kota lainnya. 

(ANT-202/E005)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011