Pemimpin Iran sebut AS sebagai sekutu kejahatan terhadap Palestina

id iran palestina,bentrok gaza,aksi protes gaza,israel palestina,pemindahan kedubes as,status yerusalem

Pemimpin Iran sebut AS sebagai sekutu kejahatan terhadap Palestina

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei saat berbicara di Iran, Selasa (9/1/2018). (REUTERS)

Teheran, Iran (ANTARA News) - Pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah menjadi sekutu Israel dalam kejahatan baru-baru ini terhadap rakyat Palestina.

"Al-Quds (Yerusalem) adalah Ibu Kota Palestina dan itu akan dibebaskan dari semua musuh dengan bantuan Tuhan," kata Ali Khamenei pada Kamis (17/5) di Teheran menurut siaran situs resmi pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Ia mendesak negara-negara Islam "mengambil posisi menentang kejahatan-kejahatan ini". Amerika Serikat dan Israel akan secara harfiah menyerah pada keinginan umat Muslim, kata Ali Khamenei.

Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu (16/5) mengecam apa yang ia sebut "kebungkaman" sebagian negara Arab dan Islam menyusul pembunuhan pemrotes Palestina oleh Israel.

Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza pada Senin, ketika pasukan keamanan Israel menembaki orang Palestina yang memrotes peresmian kedutaan besar AS di Yerusalem sehingga menewaskan puluhan orang Palestina dan melukai ratusan lainnya menurut siaran kantor berita Xinhua.

Pada Senin Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengutuk kekerasan Israel terhadap pemrotes Palestina dan pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, menyebut Israel membantai sangat banyak orang Palestina dengan darah dingin.

Ia menyatakan pembunuhan pemrotes Palestina terjadi saat "(Presiden AS Donald) Trump merayakan pemindahan kedutaan besar AS secara melanggar hukum dan anteknya bertindak untuk mengalihkan perhatian". (Uu.C003)

Baca juga:
Puluhan warga Palestina tewas di Gaza
Netanyahu bela penggunaan kekuatan di perbatasan Gaza
AS salahkan Hamas atas kerusuhan mematikan di perbatasan Gaza

 

Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar