Jamaah Naqsabandiyah peserta suluk yang meninggal dunia menjadi tiga orang

id jamaah naqsabandiyah,peserta suluk,zhikir bersama

Jamaah Naqsabandiyah peserta suluk yang meninggal dunia menjadi tiga orang

Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah melaksanakan shalat Idul Adha di Musala Baitul Makmur, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Kamis (31/8/2017). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Rejang Lebong (ANTARA News) - Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, peserta zikir bersama atau "suluk" yang meninggal dunia bertambah dua orang sehingga totalnya menjadi tiga orang.

Menurut keterangan Asri, petugas medis dari Dinas Kesehatan Rejang Lebong yang bertugas di klinik perguruan Tarekat Naqsabandiyah yang berada di Desa Suka Datang, Kecamatan Curup Utara kedua peserta suluk yang meninggal dunia di RSUD Curup tersebut adalah Umar Farruk (30) asal Way Kanan Lampung, dan Sumarno (56) yang berasal dari Belitang, OKU Timur, Sumsel.

"Kedua jamaah suluk yang meninggal dunia ini, sebelumnya, pada hari Selasa pagi, tanggal 29 Mei kami rujuk ke RSUD Curup karena menderita sakit dan membutuhkan penanganan yang serius," katanya.

Jamaah suluk yang meninggal ini, tambah dia, yang pertama adalah Sumarno, tepatnya pada Selasa (29/5) sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan pemeriksaan dokter diketahui jika almarhum Sumarno didiagnosa menderita tekanan gula.

Sedangkan Umar Farruk meninggal dunia pada hari itu juga cuma berselang tiga jam kemudian atau sekitar pada pukul 21.30 WIB, yang bersangkutan di diagnosa menderita penyakit gula darah dan sakit lampung.

Kedua jenazah peserta suluk itu, kata dia, sudah diantar oleh pihak panitia pelaksana suluk ke alamat masing-masing yakni ke Belitang, OKU Timur dan Way Kanan, Lampung.

Baca juga: Jamaah tarekat Naqsabandiyah mulai berpuasa hari ini

Sementara itu wakil ketua umum pengurus Tarekat Naqsabandiyah Rejang Lebong, M Eddy Rusman belum bisa dihubungi kendati sudah beberapa kali di telefon.

Sebelumnya peserta suluk Tarekat Naqsabandiyah yang meninggal dunia pada pelaksanaan suluk gelombang pertama ini dialami Katinem (53), warga asal Desa Sungai Belida, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumsel.

Pelaksanaan suluk atau zikir bersama selama bulan Ramadhan yang dilaksanakan oleh pengajian tassawuf Tarekat Naqsabandiyah Rejang Lebong tahap pertama ini dilaksanakan selama 10 hari 10 malam terhitung sejak 3 Ramadhan sampai 13 Ramadhan atau dimulai 19-29 Mei dengan jumlah pesertanya sebanyak 486 orang.

Baca juga: Seorang Jamaah Naqsabandiyah Rejang Lebong meninggal saat "suluk"

Pewarta : Nur Muhamad
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar