Usai pencidukan terduga teroris UNRI, DPRD Riau bakal dilengkapi detektor logam

id dprd riau,terduga teroris unri

Usai pencidukan terduga teroris UNRI, DPRD Riau bakal dilengkapi detektor logam

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (kanan) bersama Karopenmas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal memperlihatkan barang bukti serbuk bahan peledak saat melakukan rilis perkembangan penangkapan terduga teroris di kampus Universitas Riau di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (3/6/2018). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Pekanbaru (ANTARA News) - Gedung DPRD Riau bakal dilengkapi detektor logam untuk memperketat pengamanan, menyusul penangkapan terduga teroris di Universitas Riau (UNRI) pada Sabtu (2/6) lalu yang terungkap menjadikan gedung tersebut sebagai salah satu sasaran peledakan bom.

"Sekretaris dewan akan menambah pengamanan dengan detektor metal dan CCTV sesuai standar operasi dan prosedur keamanan. Pengawasan tidak boleh longgar," ujar Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli usai menggelar rapat tertutup terkait pengamanan di DPRD Riau, Senin.

Menurut dia, pihak Sekwan DPRD Riau bakal memberikan pembekalan kepada petugas pengamanan internal yang bertugas di gedung DPRD itu.

Sementara itu, sejak menjadi target bom terduga teroris, setiap tamu yang akan masuk ke kawasan kantor DPRD Riau diperiksa dua petugas yang berjaga di pintu gerbang yang mempertanyakan identitas dan keperluan tamu berkunjung ke DPRD Riau.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman mengaku heran dengan motif tiga terduga teroris yang menjadikan Gedung Wakil Rakyat sebagai sasaran teror bom.

"Sasaran gedung dewan fenomena baru, temuan baru yang harus diwaspadai di daerah lain juga harus jadi acuan kewaspadaan bahwa ternyata DPRD rawan teror," sebut politisi Partai Demokrat itu.

Dedet sapaan akrab pria itu, mengatakan sangat kecewa dengan tumbuhnya paham radikalisme di kawasan setempat, apalagi bom dirakit oleh terduga teroris di salah satu gedung Universitas Riau.

"Saya kecewa pelaku bom, perancang bom dari Riau, kita malu, apalagi sudah masuk kampus. Yang salah oknumnya bukan kampusnya, karena tidak terdeteksi pengamanan," sebut Dedet.

Dia mengapresiasi pihak kepolisian berhasil menggagalkan aksi teror tersebut.

Kedepannya dia meminta agar seluruh instrumen proaktif dalam mendeteksi ancaman bom.

"Kepada instrumen intelegen kami minta proaktif, kemudian kita juga mengimbau RTRW, kades, kadus, cepat melaporkan jika ada aktivitas mencurigakan," kata Dedet.

Baca juga: Perakit bom di Unri dan penyerang Mapolda Riau punya hubungan dekat

Baca juga: Peracik bom kampus Unri ditetapkan sebagai tersangka

Baca juga: Ada teroris di kampusnya, Rektor UNRI mengaku tak menduga

Pewarta : Fazar Muhardi & Diana Syafni
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar