Rata-rata okupansi penumpang Tanjung Priok 70 persen

id Tanjung Priok,Arus Mudik

Petugas menaiki motor peserta mudik gratis naik kapal laut ke KM Camara Nusantara 2 di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/6/2018). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta (ANTARA News) - Pengelola Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara memastikan rata-rata tingkat keterisian penumpang yang melakukan perjalanan mudik dari Tanjung Priok mencapai 70 persen atau masih dalam jumlah yang normal.
       
"Rata-rata sebanyak 70 persen di bawah kapasitas yang ada," kata Pelaksana Tugas Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Lollan Panjaitan di Jakarta, Rabu.
       
Lollan mengatakan tingkat okupansi sebanyak 70 persen ini sudah memenuhi standar keselamatan yang berlaku, karena tidak mendekati batas kapasitas maksimal dari keterisian penumpang.

Selain menetapkan jumlah keterisian penumpang dalam batas yang normal, tambah dia, pengelola pelabuhan juga memberikan pelayanan lain yang memadai bagi para pemudik.

Salah satunya dengan menertibkan para calo tiket sehingga calon penumpang tidak kesulitan dalam memperoleh tiket tujuan mudik.

"Pembelian tiket saat ini bisa dilakukan secara online, hingga dua jam sebelum keberangkatan, sehingga tidak menyulitkan penumpang," katanya.

Rata-rata tujuan penumpang yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok adalah Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Pelabuhan Sekupang Batam, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Pelabuhan Panjang Lampung.
     
Sementara itu, hingga Rabu atau H-2, jumlah penumpang yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok telah mencapai 28.300 orang.
     
Jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak Kamis (31/5) atau H-15, dengan proyeksi keberangkatan penumpang tertinggi per hari atau puncak arus mudik terjadi pada H-2. 

"Jumlah keberangkatan paling tinggi pada H-6, yaitu 5.600 orang. Mungkin pada H-2 bisa mendekati, karena hari ini ada tujuh kapal mudik gratis, dengan total penumpang 4.700 dan okupansi 80 persen," ujar Lollan.
        

Pewarta : Satyagraha
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar