Idul Fitri tingkatkan semangat toleransi masyarakat Indonesia di Brusel

id kbri brusel

Dokumentasi Warga beragama Islam berjabat tangan dengan warga beragama Nasrani dalam acara silturahmi Hari Raya Natal di Kampung Losari Sawahan, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/12/2017). Silaturahmi lintas agama yang juga dilakukan saat Hari Raya Idul Fitri tersebut telah berlangsung sekitar dua dekade dan bertujuan untuk menjaga perdamaian dan persaudaraan di antara masyarakat setempat yang heterogen. (ANTARA /Aditya Pradana Putra)

Jakarta (ANTARA News) - Perayaan Idul Fitri dan acara open house yang digelar KBRI Brusel menjadi kesempatan untuk meningkatkan semangat toleransi dan persatuan di kalangan masyarakat Indonesia di Belgia yang berjumlah sekitar 2300 orang.

Open house menjadi kesempatan silahturahmi Dubes RI Yuri Thamrin bersama keluarga dengan masyarakat Indonesia di Belgia dan Luksemburg yang diisi dengan berbagai keriaan lagu dan musik dan suasana kebersamaan layaknya sebuah keluarga besar.

Pensosbud KBRI Brusel Ance Maylany kepada Antara London, Minggu mengatakan Shalat dan perayaan Idul Fitri Dubes RI di KBRI Brussel tahun ini berlangsung dengan semangat kekeluargaan dan dihadiri sekitar 200 orang masyarakat Indonesia saat sholat Ied pada hari Jumat (15/6).

Bertindak sebagai Imam Umar Bakhtir dan khatib Ustadz Alfian seorang mahasiswa doktor yang menempuh studi di Maroko yang menyampaikan mengenai makna dan arti penting Idul Fitri sebagai hari perayaan umat muslim setelah menjalani ibadah Ramadhan.

Sementara perayaan open house tahun ini dilaksanakan di wisma Duta Besar pada Sabtu (16/6) dihadiri sekitar 500 orang, lebih banyak dari tahun sebelumnya. Perayaan dan sholat Ied bersama dengan masyarakat Indonesia adalah tradisi tahunan KBRI dengan masyarakat Indonesia yang dihadiri berbagai kalangan masyarakat Indonesia baik dari pelajar, pengusaha hingga diaspora.

Saat shalat Ied, Dubes menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia atas ditunaikannya ramadhan dan membandingkan perjuangan puasa di Belgia dan Indonesia yang cukup berat yaitu sebanyak 18.5 jam di Belgia dibanding 14 jam di Jakarta, suatu tugas berat untuk membuktikan keberhasilan ibadah Ramadhan dengan peningkatan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar