Pria diduga bunuh diri di Blok M

id pria bunuh diri,korban bunuh diri,bunuh diri di blok m

Ilustrasi jatuh dari gedung tinggi. (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)

Jakarta (ANTARA News) - Seorang pria dengan inisial AW (33) diduga bunuh diri dengan terjun dari lantai lima Blok M Plaza, Jalan Bulungan Raya Nomor 76, Kelurahan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin.

"Korban ditemukan meninggal di tempat setelah terjun dari lantai 5 Blok M Plaza," kata Wakil Kepala Polres Jakarta Selatan. Polda Metro Jaya AKBP Budi Sartono, dalam pernyataan resmi yang diterima, di Jakarta, Senin.

Sesuai keterangan saksi mata, korban jatuh tepat di lantai satu, di sekitar pintu keluar parkir mobil. "Kejadian berlangsung sekitar pukul 11.55 WIB," tambahnya.

Ia menerangkan, saksi pertama, Dimas Azis Andika mengaku melihat korban tengah duduk di pinggir tembok pembatas parkiran di lantai lima.

Dimas mengaku saat itu dirinya sedang menunggu azan zuhur, dan korban sempat membuka percakapan dengan saksi.

"Saat saksi menuju masjid dan tengah melepas sepatu, tidak lama kemudian didapati suara teriakan dari bawah, bahwa ada org jatuh dari atas, korban terjun ke lantai bawah, dan langsung meninggal dunia ditempat," terang AKBP Budi.

Sementara itu, saksi kedua Murjiono yang tengah membersihkan masjid mengatakan, korban sempat terlihat sibuk melihay layar telepon selulernya.

"Murjiono sempat meminta korban untuk keluar dulu dikarenakan ingin membersihkan masjid, lalu korban bergeser dan langsung duduk di pinggir pagar parkiran. Langsung bertemu dengan saksi pertama," jelas AKBP Budi.

Pasca kejadian, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk proses autopsi.

"Sejauh ini tidak ada tanda-tanda (korban) dianiaya," katanya.

Polisi juga sudah memeriksa KTP, memasang garis polisi di lokasi kejadian, mencari saksi, memanggil ambulans, dan berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Kebayoran Baru untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sejak Juli 2017, Kementerian Kesehatan telah membuka nomor darurat untuk konseling mencegah bunuh diri.

"Nomor darurat 119 dapat digunakan untuk pencegahan. Nomor itu untuk keadaan darurat dan bisa untuk (konseling) kesehatan mental," kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek ke awak media tahun lalu.

Pewarta : Genta Mawangi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar