Atlet grego putra Indonesia gagal raih medali

id gulat,asian games,indonesia,jakarta

Pegulat Indonesia Papang Ramadhani (merah) saat bertanding di babak 'repechage' di Assembly Hall JCC, Jakarta, Rabu (22/8) malam. (Foto Fiqih Arfani)

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak empat atlet Indonesia yang turun di gaya grego putra gagal meraih medali satu pun di cabang olahraga gulat Asian Games 2018 yang berlangsung di Assembly Hall, JCC Jakarta, Rabu.

Keempat pegulat yang akan turun masing-masing di nomor grego putra kelas 77 kg yaitu Andika Sulaeman, kelas 87 kg adalah Lulut Gilang Saputra, kelas 97 kg Ashar Ramadhani serta kelas 130 kg Papang Ramadhani.

Di kelas 77 kg, Andika Sulaeman kalah di babak perdelapan final saat menghadapi Bilan Nalgiev asal Uzbekistan dengan skor 0-9 di poin teknikal dan 0-4 di poin klasifikasi dalam kurun waktu satu menit 10 detik.

Kemudian, di kelas 87 kg, Lulut Gilang Saputra yang seharusnya melawan Samat Shirdakov asal Kyrgyzstan di babak perdelapan final gagal bertanding akibat berat badannya kurang dari ketentuan di kelasnya.

Di kelas 97 kg, Ashar Ramadhani yang mendapat kesempatan langsung tampil di babak perempat final berhadapan dengan Ali Akbar Heidari asal Iran juga kandas dengan skor 0-8 di poin teknikal dan 0-4 di poin klasifikasi dalam kurun waktu lima menit 25 detik.

Begitu juga di kelas 130 kg, Papang Ramadhani yang memulai pertarungan dari babak perempat final berhadapan dengan Nurmakhan Tinaliyev asal Kazakhstan harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 0-8 di poin teknikal dan 0-4 di poin klasifikasi dalam kurun waktu dua menit 12 detik.

Sementara itu, satu-satunya kesempatan Indonesia meraih medali perunggu dari Papang Ramadhani yang masuk babak "repechage" harus pupus setelah di partai puncak kalah dari Arata Sonoda hanya dalam waktu 52 detik.

Dengan kegagalan tersebut maka total enam pegulat gaya grego putra tuan rumah belum mampu mempersembahkan satu pun medali.


Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar