Menristekdikti minta pejabat jaga moral pendidikan tinggi

id Pendidikan tinggi, penjaga moral,pelantikan rektor,menristekdikti

Menteri Riset, Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhamad Nasir memberikan kuliah umum di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (8/11/2018). Dalam kuliah umum bertema Peran Perguruan Tinggi Menuju Revolusi Industri 4.0 itu, Menristekdikti meminta kampus untuk lebih kompetitif dalam penguatan riset dan inovasi. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/pras.


Jakarta (ANTARA News) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta agar pejabat di lingkungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk menjaga moral lembaga pendidikan tinggi.
   
"Kami meminta pejabat yang baru saja dilantik ini untuk menjadi penjaga moral lembaga pendidikan tinggi, yang berkewajiban melayani publik dan masyarakat. Jangan menyalahgunakan kekuasan untuk hal-hal tidak baik, apalagi sampai mengatasnamakan nama pejabat, perseorangan, bahkan Menteri di lingkungan Kemenristekdikti,” ujar Nasir usai melantik sejumlah pejabat di Jakarta, Kamis.
      
Menteri Nasir berpesan kepada pimpinan perguruan tinggi yang baru saja dilantik untuk mengelola perguruan tinggi dengan baik, dengan cara menjalankan tata kelola universitas yang baik yakni transparan, peduli, akuntabilitas, dan bertanggung jawab.
      
Sebanyak empat instrumen tersebut dapat diterapkan pada perguruan tinggi, lembaga layanan pendidikan tinggi dan satuan kerja utama yang ada di Kemenristekdikti, agar dapat berjalan dengan baik.
   
Sejumlah pejabat yang dilantik yakni Rektor Universitas Malikussaleh Aceh  Herman Fithra, Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi, Rektor Universitas Trunojoyo Muhammad Syarif Rektor Universitas Tidar Mukh Arifin, Rektor Institut Teknologi Kalimantan Budi Santosa, Rektor Institut Seni Indonesia Padang Panjang Novesar Jamarum, Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Aceh Mirza Irwansyah, Direktur Politeknik Madura Arman Jaya, Direktur Politeknik Negeri Ketapang Endang Kusuma, Direktur Politeknik Negeri Indramayu Casiman Sukardi, dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII Bali dan Nusa Tenggara Barat  I Nengah Dasi Astawa.
   
Dalam kesempatan itu, Nasir meminta agar pemimpin lembaga untuk kreatif dan inovatif sehingga mampu mengelola perguruan tinggi dengan cara yang baru.
   
“Berinovasi dan berkreasi merupakan sebuah keharusan dalam memimpin perguruan tinggi saat ini, karena cara memimpin dengan cara biasanya sudah tidak relevan dengan dengan zaman," kata Nasir.

Baca juga: Menristekdikti Serahkan Izin Universitas Perwira
Baca juga: Menristek dorong mahasiwa memiliki semangat bela negara

 


Pewarta : Indriani
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar