KPAI : Peran ibu tidak tergantikan oleh teknologi

id Hari ibu,Kpai

Ketua KPAI, Susanto. (Foto: Istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susanto mengatakan meskipun kini telah masuk dalam era digital namun peran ibu tidak dapat tergantikan oleh teknologi.

Susanto di Jakarta pada Sabtu mengatakan pada era industri 4.0 yang diwarnai oleh kecerdasan buatan, era super komputer, inovasi dan perubahan cepat, tetap tak dapat mengganti peran ibu mendidik anak.

Dia pun meminta para orang tua, terutama ibu untuk terus meningkatkan kapasitasnya dalam pengasuhan anak, agar kompatibel dengan kebutuhan terkini. 

"Ibu harus memastikan stimulasi tumbuh kembang anak berjalan dengan baik," kata dia.

Dalam pengasuhan, selain ibu, KPAI  juga meminta ayah untuk berperan aktif. 

"Karena ayah yang hebat dalam pengasuhan anak turut menentukan perkembangan generasi. Tugas utama orang tua termasuk Ibu adalah bagaimana memenuhi hak dasar anak, merawat, membimbing, mendidik dan melatih anak agar tahapan demi tahapan perkembangan anak terbimbing secara optimal," kata dia.

Dalam peringatan Hari Ibu, KPAI turut menghargai dan mengapresiasi, para Ibu di berbagai titik daerah, dengan kondisi keterbatasan ekonominya, serius mengasuh anak hingga berpendidikan tinggi. 

"Ini sangat banyak sekali jumlahnya.  Meski  profesinya sebagai petani tradisional, buruh, bahkan sebagai asisten rumah tangga, dengan pendapatan pas-pasan tapi masih banyak diantara mereka fokus pada keunggulan anaknya untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin demi mengggapai cita cita anak," kata dia,

Dia menilai semangat tersebut sangat positif, dan dinilai dapat berdampak pada pencegahan praktik perkawinan dini. 

"Spirit ini sangat besar dampaknya bagi masa depan generasi, bangsa dan negara. Selamat hari Ibu, semoga dedikasinya para Ibu mengantar masa depan generasi yang lebih baik," kata dia.*

Baca juga: Kowani: Hari Ibu Indonesia berbeda dengan mothers day

Baca juga: Ibu dituntut mampu beradaptasi dengan generasi milenial


 

Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar