BPBD Banyumas: angin kencang terjang sejumlah desa

id bencana,banjir,longsor,gempa,erupsi

Sejumlah warga melihat rumah yang rusak tertimpa pohon, akibat angin kencang yang melanda Desa Kelapa Gading, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (12/1/2018). Sebanyak 174 rumah rusak tertimpa pohon, sejumlah titik mengalami longsor dan satu orang meninggal tersambar petir akibat hujan deras yang disertai dengan petir dan angin kencang yang melanda Kabupaten Banyumas pada Kamis (11/1/2018). (ANTARA /Idhad Zakaria)

Purwokerto (ANTARA News) - Angin kencang menerjang sejumlah desa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu dini hari, kata Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas Kusworo.

"Berdasarkan laporan sementara yang kami terima, bencana angin kencang yang terjadi dini hari tadi menerjang Desa Lesmana dan Kalibenda, Kecamatan Ajibarang, Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, dan Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.

Ia mengatakan angin kencang di RT04/RW06, Desa Lesmana, Kecamatan Ajibarang merobohkan rumah semi permanen milik Karsiwan (50), sedangkan di Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, terdapat tiga rumah yang rusak akibat tertimpa pohon.

Selain itu, rumah milik Akhmad Wakrun (70), warga RT03/RW01 Desa Karangkemiri tertimpa pohon jati berdiameter satu meter, rumah milik Nilaturrahmah (27), warga RT04/RW01 Desa Karangkemiri tertimpa pohon jati berdiameter 70 centimeter, dan rumah milik Sakhid (65), warga RT04/RW01 Desa Karangkemiri tertimpa pohon jati berdiameter 70 centimeter.

"Sementara di dua desa lainnya, angin kencang menumbangkan sejumah pohon sehingga menutup akses jalan. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, namun kami masih melakukan asesmen untuk mendata kerugian yang dialami korban," katanya.

Di Cilacap, seorang warga dilaporkan meninggal dunia dan tiga orang lainnya luka-luka akibat tertimpa pohon tumbang pada Rabu, pukul 06.30 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Kalimantan, Kelurahan Gunung Simping, Kecamatan Cilacap Tengah.

"Pohon asam belanda yang tumbuh di tepi jalan itu roboh dan menimpa dua pengendara sepeda motor. Akibatkan seorang korban bernama M. Ashar Syafsudin (42), warga Kelurahan Tambakreja meninggal dunia," katanya.

Selain itu, kata dia, seorang siswa kelas 3 Sekolah Dasar Negeri Gunung Simping 12 atas nama Pasha Rafi mengalami luka berat serta Abdul Ghofur dan Sri Marlinda, warga Kelurahan Tegalkamulyan, mengalami luka ringan.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara Arief Rahman mengatakan angin kencang juga terjadi di Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, pada Selasa (22/1) malam, sehingga merobohkan baliho salah seorang calon legislator.

"Berdasarkan laporan yang kami terima baliho berukuran besar itu roboh sekitar pukul 19.00 WIB dan menimpa seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas di lokasi kejadian," katanya.

Akibatnya, kata dia, pengendara sepeda motor yang diketahui bernama Khonsum (58), warga RT06/RW04 Desa Batur, Kecamatan Batur, Banjarnegara meninggal dunia karena mengalami luka parah di kepala.

Baca juga: Bulog siapkan 20 ton beras untuk korban banjir di Sulawesi Selatan

Baca juga: Luapan Sungai Cimanuk terjang kampung Cimacan Garut

Pewarta : Sumarwoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar