Dua nelayan hilang di lokasi berbeda, sebut Basarnas Pos Cilacap-Jateng

id Basarnas Pos Cilacap,nelayan hilang

Dua nelayan hilang di lokasi berbeda, sebut Basarnas Pos Cilacap-Jateng

Nelayan berusaha menghidupkan mesin perahu tempel yang telah dipasang konverter kit hibird bantuan Kementerian ESDM di Desa Tritih Kulon, Cilacap Utara, Cilacap, Jateng, Kamis (19/10/2017). Sebanyak 2005 nelayan di Cilacap telah mendapatkan bantuan mesin kapal tempel hibird yang dapat menggunakan BBM maupun LPG, dan lebih irit dengan perbandingan satu tabung elpiji 3kg setara dengan penggunaan sembilan liter premium. (ANTARA FOTO/Idhda Zakaria)

Cilacap, Jateng (ANTARA News) - Dua orang nelayan dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut di lokasi berbeda, kata Koordinator Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos SAR Cilacap Mulwahyono.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, kecelakaan laut pertama terjadi pada Selasa (5/2) pagi di sekitar perairan Ciriang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap," katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa sore.

Dalam hal ini, kata dia, sebuah perahu yang membawa tiga orang nelayan dihantam gelombang hingga akhirnya pecah saat keluar dari "plawangan" Kampung Laut atau di sekitar perairan Ciriang.

Ia mengatakan kejadian tersebut mengakibatkan seorang nelayan bernama Girwo (35), warga Dusun Karangmulya, Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut, hilang dan hingga kini masih dalam pencarian.

"Sedangkan dua rekan Girwo dapat diselamatkan oleh nelayan lainnya yang sedang melintas di lokasi kejadian," katanya.

Sementara kecelakaan laut kedua, kata dia, terjadi pada Selasa (5/2) siang di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalretno, sebelah timur Pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen.

Mulwahyono mengatakan berdasarkan informasi yang diterima Basarnas Pos SAR Cilacap, peristiwa nahas tersebut melibatkan sebuah perahu nelayan yang hendak berangkat melaut.

"Perahu yang ditumpangi tiga orang nelayan itu terbalik dan pecah setelah dihantam gelombang tinggi saat hendak melaut," katanya.

Akibatnya, kata dia, seorang nelayan bernama Sardi (46), warga Dukuh Ubil RT 03 RW 01, Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, dilaporkan hilang terseret arus, sedangkan dua nelayan lainnya dapat diselamatkan.

Terkait dengan dua kejadian kecelakaan laut tersebut, dia mengatakan pihaknya telah memberangkatkan satu regu Basarnas ke perairan Ciriang dan satu regu Basarnas ke Petanahan guna menggelar operasi pencarian dan pertolongan bersama potensi SAR lainnya.

"Setiap regu Basarnas yang diberangkatkan ke perairan Ciriang maupun Petanahan membawa peralatan lengkap untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan di air," katanya.

Baca juga: Seorang nelayan Cilacap hilang akibat tabrakan antarperahu

Pewarta : Sumarwoto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar