11 guru Sleman studi banding ke luar negeri program Kemdikbud

id guru,kepala sekolah,pengawas sekolah,ptk sleman yogyakarta,studi banding,program kemdikbud

Suasana kelas dan interaksi antara guru dan murid. (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Sleman,  (ANTARA News) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melepas 11 perwakilan Pendidik dan Tenaga Pendidik (PTK) dari Kabupaten Sleman untuk mengikuti studi banding ke luar negeri yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 Bupati Sleman Sri Purnomo di Sleman, Senin menyatakan harapannya kepada para peserta studi banding agar menimba ilmu semaksimal mungkin.

"Sehingga dapat dimanfaatkan atau diterapkan apa yang cocok untuk pendidikan di Sleman," katanya.

Sebelas PTK tersebut terdiri dari satu orang pengawas SMP, ?tiga orang kepala sekolah, tiga orang guru SD, dan empat orang guru SMP.

Sebelas PTK dari Kabupaten Sleman itu akan bersama 1.000 PTK dari seluruh Indonesia mengenyam pendidikan dan pelatihan selama tiga minggu di negara tujuan masing-masing.

Negara tujuan dari program pendidikan dan pelatihan tersebut berada di kawasan Asia, Pasifik, dan Eropa, di antaranya adalah Singapura, Thailand, Malaysia, China, Korea Selatan, India, Mesir, Australia, Selandia Baru, Jerman, Belanda, dan Prancis.

Bupati mengimbau kepada para peserta untuk dapat membawa baik nama Kabupaten Sleman.

"Sebagai duta Kabupaten Sleman menyampaikan informasi yang positif tentang Sleman, tentang DIY, dan tentang Indonesia," katanya.

Diharapkan para peserta bisa menjadi agen perubahan pendidikan di Kabupaten Sleman, dan bertanggung jawab untuk menerapkan ilmu yang didapat di luar negeri kepada guru, sekolah, dan pengawas di Kabupaten Sleman, kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Sri Wantini.

 Ia  mengatakan seluruh peserta yang mengikuti studi banding keluar negeri tersebut akan dikumpulkan kembali untuk menyusun laporan dan melakukan tindak langsung yang akan dikordinasikan oleh Kemdikbud.

 Program yang akan terlaksana pada akhir Februari hingga akhir Maret 2019 tersebut rencananya akan dilepas langsung oleh Presiden RI pada 28 Februari 2019.

Program Pelatihan Pendidik dan Tenaga Pendidik tersebut bertujuan utnuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam upaya menguasai keterampilan, wawasan, dan pengetahuan dan daya saing dalam menyonsong era industri 4.0.

"Bidang pelatihan yang diutamakan adalah bidang yang menjadi prioritas pemerintah saat ini, yakni bidang pertanian, pariwisata, kemaritiman, industri kreatif dan energi terbarukan," katanya.

 Baca juga: Guru harus dorong siswa punya budaya meneliti
Baca juga: Guru harus kreatif tingkatkan kualitas pembelajaran

Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar