Djoko Santoso bersama purnawirawan TNI/polisi ziarah ke makam Panglima Soedirman

id djoko santoso,bpn prabowo-sandiaga,pemilu

Ketua tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Jenderal TNI (Purnawirawan) Djoko Santoso. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta).

Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Jenderal TNI (Purnawirawan) Djoko Santoso, bersama para purnawirawan TNI dan polisi ziarah ke Makam Panglima Besar Jenderal Soedirman, di Kompleks Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, Semaki, Yogyakarta, Rabu.

Santoso --mantan panglima TNI-- dan rombongan tiba pada pukul 09.00 WIB. Dalam kesempatan itu, hadir pula mantan Gubernur Jawa Tengah, Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Bibit Waluyo.

"Zairah itu khan kulturnya bangsa Indonesia. Kami ziarah untuk mendoakan dan meminta kekuatan lahir batin agar kami bisa meneladani beliau," kata Santoso.

Menurut dia, yang dapat diteladani dari Panglima Besar Jenderal Soedirman, di antaranya semangat pantang menyerah dan komitmen untuk mencintai bangsanya.

Ia berharap Pemilu 2019 tidak memicu konflik dan perpecahan antaranak bangsa. Masyarakat juga jangan sampai terprovokasi yang berpotensi merusak persatuan.

"Jangan karena Pilpres kita pecah, jangan menimbulkan konflik, jangan terprovokasi karena kalau kita tidak bisa menjaga persatuan yang ketawa orang asing," katanya.

Sementara itu, Waluyo menjelaskan, agenda ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara "Prabowo Menyapa Masyarakat dan Purnawirawan TNI/Polri" yang akan berlangsung pukul 12.00 di Grand Pacific Hall, Sleman.

"Ini adalah keluarga besar purnawirawan TNI/Polri dalam rangkaian Pak Prabowo menyapa. Pagi ini didahului ziarah ke makam Jenderal Soedirman. Beliau adalah Bapak TNI," kata dia.

Dalam acara yang akan dihadiri langsung oleh Prabowo itu, sebanyak 700 orang purnawirawan TNI/polisi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan 900 purnawirawan TNI/polisi dari Jawa Tengah akan melakukan deklarasi dukungan terhadap pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar