Presiden Turki desak perdamaian, perujukan di Sudan

id Presiden Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki desak perdamaian, perujukan di Sudan

Di tengah laporan bahwa presiden yang telah lama memerintah di Sudan Omar al-Bashir telah diturunkan dari jabatan, presiden Turki pada Kamis menyampaikan harapan bahwa Sudan akan menangani situasi saat ini secara damai, dalam semangat "perujukan nasional". (REUTERS/Umit Bektas) (1) (1/)

Ankara (ANTARA) - Di tengah laporan bahwa presiden yang telah lama memerintah di Sudan Omar al-Bashir telah diturunkan dari jabatan, presiden Turki pada Kamis menyampaikan harapan bahwa Sudan akan menangani situasi saat ini secara damai, dalam semangat "perujukan nasional".

"Saya harap Sudan bisa melewati proses saat ini dalam perdamaian dan perujukan nasional," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam taklimat bersama dengan timpalannya dari Burkina Faso Roch Marc Christian Kabore, di Ibu Kota Turki, Ankara.

Di tengah bermacam laporan mengenai Omar al-Bashir, tak ada keterangan yang bisa dipercaya, kata Erdogan, sebagaimana diberitakan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.

Ia juga mengatakan Turki mendukung berlanjutnya hubungan "yang sudah berurat-akar" dengan Sudan.

Dalam satu pernyataan yang ditayangkan televisi, Menteri Pertahanan Sudan Ahmed Awad ibn Auf juga mengumumkan pemberlakuan jam malam selama satu bulan dan keadaan darurat tiga-bulan.

Sumber: Anadolu Agency
 

Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar