Kilas Balik 2018 soroti mulai pesta olahraga hingga pesta demokrasi

id Kilas balik 2018

Direktur Utama LKBN ANTARA Meidyatama Suryodiningrat (kedua dari kiri), Ketua KPU Arief Budiman, Menteri Kominfo Rudiantara dan Ketua Panitia Kilas Balik 2018 Aprillio Akbar saat pembukaan pameran dan peluncuran buku Kilas Balik 2018 di Jakarta, Jumat (26/4/2019). (Antara/Aubrey Fanani)

Jakarta (ANTARA) - Pameran foto Kilas Balik 2018 yang merupakan karya jurnalistik dari pewarta foto ANTARA menyoroti pesta olahraga terbesar di Asia yaitu Asian Games 2018 dan pesta demokrasi pemilihan presiden yang baru saja berlangsung pada 17 April 2019.

"Banyak peristiwa yang terjadi sepanjang 2018 mulai gempa bumi di Lombok dan di Palu, tsunami Selat Sunda, kecelakaan pesawat Lion Air JT610. Serta tentu saja perhelatan besar seperti Asian Games dan Asian Paragames 2018 di mana Indonesia menjadi tuan rumahnya, hingga pesta demokrasi Pemilu 2019," kata Ketua Panitia Kilas Balik 2018 Aprillio Akbar di Jakarta, Jumat.

Aprillio menjelaskan jumlah foto dalam buku yang diluncurkan adalah 300 foto yang diseleksi dari 100 ribu foto sepanjang tahun 2018 ditambah foto-foto kampanye hingga pemilihan presiden 2019 dari karya 78 pewarta foto ANTARA dan fotografer resmi yang direkrut ANTARA untuk Asian Games 2018.

Dari 300 foto tersebut sebanyak 128 foto ditampilkan dalam pameran kali ini.

Aprilio mengatakan foto-foto yang dipamerkan tersebut dipilih bukan karena bagus atau tidaknya gambar, melainkan cerita yang dikandung di dalam gambar-gambar tersebut.

Selain menggelar pameran, Redaksi Foto Kantor Berita ANTARA dan Galeri Foto Jurnalistik juga akan meluncurkan buku fotografi jurnalistik Kilas Balik 2018 dan Pilpres 2019.

Sementara itu, Oscar Motuloh selaku kurator mengatakan Kilas Balik untuk menyajikan tafsir dari karya penting yang dipetik para pewarta foto muda ANTARA di seluruh Tanah Air.

Lebih lanjut dia menyatakan kegiatan tahunan yang dicanangkan sebagai wahana tradisi pencatatan dan pendokumentasian peristiwa penting ini, pasti bermanfaat bagi generasi dan masyarakat masa kini yang terbiasa menatap foto-foto yang beredar di media sosial tanpa melibatkan sisi tanggung jawab dan objektivitas visual yang akhirnya mematikan kepekaan dan memperluas cakrawala kebodohan.

“Pameran beserta peluncuran buku ini diharapkan menjadi suatu kesinambungan yang paradoks dari keberadaan indeks tahun politik yang dangkal dan penuh dengan intrik pemecah masyarakat dalam hemisfer fitnah dan kebencian yang tak pernah terjadi dalam pemilu-pemilu sebelumnya,” tuturnya.

Karena itulah, bagi Oscar, melalui pameran ini, para pewarta foto ingin menyampaikan semangat olahraga dalam Asian Games yang penuh dengan keberagaman dan sportivitas harus juga diimplementasikan dalam pesta demokrasi.

“Karenanya, dalam pameran ini foto yang terakhir diambil adalah mengenai Pemilu 2019 yang diharapkan mampu meneladani semangat sportivitas yang ada dalam Asian Games karena sportivitas dan demokrasi merupakan roh penting dalam pameran kali ini,” katanya menambahkan.

Pameran berlangsung dari 26 April hingga 26 Mei 2019 di Museum Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar