118 personel Polres Pangkalpinang amankan rapat pleno pemilu

id Pengamanan rapat pleno

118 personel Polres Pangkalpinang amankan rapat pleno pemilu

Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu 2019 di Pangkalpinang, Kamis (2/5) berjalan kondusif, aman dan lancar. (Babel.antaranews.com/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Polres Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiagakan 118 personel, guna mengantisipasi gangguan keamanan selama rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu 2019 di daerah ini.

"Hingga saat ini rapat pleno terbuka berjalan aman, kondusif, tertib dan lancar," kata Kapolresta Pangkalpinang, AKBP Iman Risdiono saat memantau pengamanan dan jalannya rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu 2019 di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan rapat pleno terbuka yang digelar selama dua hari dimulai Kamis (2/5) hingga Jumat (3/5) di hotel sahid Kota Pangkalpinang dikawal secara ketat, agar proses rekapitulasi hasil perolehan suara pada Pilres dan Pileg 2019 berjalan aman, kondusif dan lancar.

"Personel kita siagakan di luar dan dalam gedung, agar proses rekapitulasi hasil perolehan suara di masing-masing kecamatan berjalan sesuai prosedur dan tata tertib yang ditetapkan KPU," katanya.

Menurut dia meski rapat pleno terbuka yang dimulai pukul 10.00 WIB ini berjalan kondusif, namun diimbau para saksi parpol, presiden dan anggota DPD, DPR dan DPRD tetap menjaga keamanan.

"Para saksi peserta pemilu ini jika ada keluhan, tuntutan dan lainnya terkait masalah pemilu diharapkan untuk melaporkan ke KPU atau Panwaslu sesuai peraturan berlaku," katanya.

Selain itu, para peserta pemilu ini tidak mengerahkan massa atau memprovokasi masyarakat lainnya, karena dapat memicu gangguan keamanan selama pesta demokrasi ini.

"Alhamdulillah pesta demokrasi di Kota Pangkalpinang berjalan kondusif, aman, lancar dan ini harus kita pertahankan hingga pelantikan peserta pemilu yang terpilih nantinya," katanya. 

Pewarta : Aprionis
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar