Polres Pangkalpinang kawal ketat rapat pleno pemilu provinsi

id Pengamanan rapat pleno,kpu bangka belitung, polres pangkapinang, pemilu 2019

Kapolres Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, AKBP Iman Risdiono (Babel.antaranews.com/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Polres Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengawal ketat rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan digelar Minggu (5/5) hingga Selasa (7/5) di Pangkalpinang.

"Kita lebih meningkatkan pengamanan agar proses rapat pleno ini berjalan kondusif, aman dan lancar," kata Kapolres Kota Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan pengamanan dan pengawalan rapat pleno pemilu tahun ini ditingkat provinsi dimulai dari pendistribusian kotak suara di masing-masing kabupaten/kota hingga berakhirnya penghitungan suara secara manual yang dimulai Minggu (5/5) hingga Selasa (7/5) di Hotel Sahid Pangkalpinang.

"Personel kita siagakan di luar dan dalam gedung, agar proses rekapitulasi hasil perolehan suara di masing-masing kabupaten/kota berjalan sesuai prosedur dan tata tertib yang ditetapkan KPU," katanya.

Menurut dia, pengamanan rapat pleno terbuka Pemilu 2019 tingkat Kota Pangkalpinang yang digelar Kamis (2/5) hingga Sabtu dini hari (4/5) Polres Pangkalpinang menyiagakan 118 personil dan berjalan kondusif, aman, lancar serta tertib.

"Pada rapat pleno tingkat provinsi ini, kita menambah personil karena potensi ngangguan keamanan cukup tinggi yang akan mengganggu proses rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara di kabupaten/kota," katanya.

Oleh karena itu, diimbau para saksi parpol, presiden dan anggota DPD, DPR dan DPRD tetap menjaga keamanan. Para saksi peserta pemilu ini jika ada keluhan, tuntutan dan lainnya terkait masalah pemilu diharapkan untuk melaporkan ke KPU atau Panwaslu sesuai peraturan berlaku," katanya.

"Kami mengimbau para peserta pemilu ini tidak mengerahkan massa atau memprovokasi masyarakat lainnya, karena dapat memicu gangguan keamanan selama pesta demokrasi ini," katanya.

 

Pewarta : Aprionis
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar