Banjarnegara (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah memastikan stok darah di wilayah setempat selama bulan suci Ramadhan aman dan dapat mencukupi permintaan dari masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah stok darah aman terkendali berkat kerja keras semua pihak," kata Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Banjarnegara, dr. Agus Budi Susanto di Banjarnegara, Minggu.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap persediaan darah di Kabupaten Banjarnegara secara berkala.

Agus juga menambahkan bahwa sejak awal Ramadhan hingga saat ini permintaan darah dari masyarakat di wilayah setempat masih stabil.

"Permintaan darah masih stabil belum ada lonjakan permintaan yang signifikan dari masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Selain itu, kata dia, permintaan trombosit juga masih stabil dan belum ada peningkatan selama Ramadhan. "Permintaan trombosit, biasanya bergantung terhadap ada atau tidaknya kasus yang membutuhkan trombosit," katanya.

Pihaknya berharap persediaan darah di Kabupaten Banjarnegara akan aman hingga hari raya Lebaran 2019 mendatang.

"Kami terus berupaya untuk selalu mengupayakan yang terbaik bagi seluruh masyarakat yang ada di wilayah Banjarnegara," katanya.

Karenanya, dia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif agar persediaan darah di Kabupaten Banjarnegara dapat terus mencukupi.

PMI mengingatkan bahwa masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan cara mendonorkan darahnya.

Dia menambahkan, berdasarkan data hari Sabtu 11 Mei 2019 stok darah di Kabupaten Banjarnegara terdiri dari 102 kantung darah golongan A, dan 83 kantung darah untuk golongan B.

Selain itu, 120 kantung darah untuk golongan O dan 43 kantung darah untuk golongan AB.

Dia mengatakan pihaknya terus menginformasi data terkini persediaan darah di wilayah setempat melakui akun media sosial PMI Banjarnegara.

Baca juga: Sepekan Ramadhan, PMI Pasaman Barat kekurangan stok darah

Baca juga: PMI Karawang datangi masjid akomodasi pendonor darah


Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2019