TKD Solo tidak adakan syukuran pasca-putusan MK

id TKD Solo ,tidak adakan syukuran paska-putusan MK,sengketa pilpres,sidang sengketa pilpres,mahkamah konstitusi,sengketa pemilu,perselisihan pilpres

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Solo pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Her Suprabu, saat memberikan keterangan di Solo, Jumat. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Tim Kampanye Daerah (TKD) Solo Jateng, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mengatakan pihaknya tidak mengadakan syukuran dalam waktu dekat pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua TKD Jokowi-Ma'ruf Solo, Her Suprabu, di Solo, Jumat, mengatakan, TKD Solo sudah memutuskan tidak menggelar syukuran, tetapi bakal membuat umbul doa setelah pasangan Jokowi-Ma'ruf dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024.

Baca juga: Jokowi sebut putusan MK bersifat final

Baca juga: Erick Thohir ajak seluruh elemen bersama membangun Bangsa

Baca juga: Megawati berpesan agar kader tidak euforia sikapi putusan MK


Umbul doa itu, kata Her Suprabu, ditulis agar Jokowi diberi kesehatan, kekuatan dalam menjalankan tugas menuju Indonesia maju. Para relawan agar ikut memanjatkan syukur dan tidak melakukan euforia.

Pihaknya mengimbau masyarakat terus menjaga Solo agar tetap kondusif, aman, dan nyaman.

Bahkan, TKD Solo juga berharap para elit politik juga memberikan komentar yang menyejukan pasca-putusan MK. Pada saat ini, sudah saatnya semua pihak bersatu setelah pesta demokrasi Pilpres 2019.

"Kami berharap dengan komentar yang sejuk itu, mampu membawa masyarakat kearah yang sejuk," katanya.

Menurut dia, perbedaan pilihan sudah biasa dalam pesta demokrasi, tetapi mari semua pihak kembali bersatu ikut membangun bangsa ini, menjadi lebih maju.

Pada proses sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi ini, sudah melalui tahap yang panjang. Secara terbuka dan bisa dipantau bersama melalui berbagai media massa.

"Soal putusan di Mahkamah Konstitusi (MK), kami menyambut baik. Secara konstitusi keputusan itu, sudah final dan mengikat, hasilnya," katanya.

Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar